Ditulis oleh Richard Nata

Sangat aneh adalah tempat anda mencari berita aneh, kejadian anehberita aneh hari ini, berita yang sangat aneh, aneh tapi nyataberita unik, berita keren, lifestyle unik, fakta aneh, dan lain sebagainya.

Sangat aneh juga merupakan tempat anda mencari berita aneh, berita unik dan aneh tapi nyata dari selebriti, film aneh, video aneh, musik aneh, iklan aneh, foto aneh, gambar aneh, meme aneh, penampakan aneh, hewan aneh, penyakit aneh, makanan aneh, dan lain sebagainya.

Sangat aneh anti dalam membuat dan menyebarkan berita hoax. Oleh karena itu sangat aneh akan melawan pembuat dan penyebar berita hoax. He…7x

Sangataneh.com terdiri atas aneh tapi nyataberita aneh hari iniberita hoaxberita kontroversiberita unikberita viralgame onlinekejadian anehlucumisterirahasia Tuhansangat anehsentuhan hatiseram, dan wow keren.

Sangataneh.com – Presiden Indonesia yang berkali-kali ingin dibunuh adalah Soekarno. Sedangkan Presiden Indonesia yang berkali-kali ingin dikudeta adalah Joko Widodo alias Jokowi.

Tahun 2012, Jokowi dan Ahok menjadi Gubernur dan wakil Gubernur Jakarta. Mereka berdua layak disebut dwi tunggal karena gebrakan, kinerja dan hasil kerja dari kedua manusia ini, menjadi perhatian rakyat Indonesia, bahkan mengejutkan dunia internasional. He…7x

Kenapa begitu? Karena mereka berdua anti korupsi, ga bisa diajak kongkalikong untuk KKN, apalagi membobol anggaran pembangunan daerah. Mereka juga berani melawan preman-preman berkedok ormas, bahkan preman berkedok agama. Semua bantuan pemda buat menjinakkan preman yang dilakukan oleh banyak Gubernur sebelumnya, distop oleh Jokowi-Ahok. Wow keren. Ha…7x

Tahun 2014, atas desakan rakyat Indonesia yang menginginkan adanya perubahan di Indonesia dan persetujuan dari Megawati, selaku ketua umum PDIP, Jokowi maju pilpres berpasangan dengan Jusuf Kalla melawan Prabowo-Hatta Rajasa.

Aneh tapi nyata, Prabowo-Hatta Rajasa yang didukung oleh 7 partai kalah melawan Jokowi-JK yang didukung oleh 5 partai. Hal ini tidak usah diherankan karena rakyat Indonesia ada di belakang Jokowi.

Partai pendukung Jokowi: PDIP, PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI.

Partai pendukung Prabowo: Gerindra, Golkar, Demokrat, PPP, PAN, PKS, dan PBB.

Partai Demokrat bermain di dua kaki alias ga dukung Jokowi atau Prabowo alias netral berdasarkan rapat pimpinan nasional pada 18 Mei 2014, tapi para kadernya dibebaskan untuk memilih. Sayangnya hal ini tidak berlangsung lama karena pada 30 Juni 2014, Demokrat mendukung Prabowo.

Setelah Jokowi menang dan menjadi Presiden, maka mulailah muncul suara-suara sumbang yang meramalkan kalau pemerintahan Jokowi akan jatuh karena impeachment atau kudeta lewat jalur politik. Yang gilanya adalah suara sumbang tersebut tidak hanya berasal dari kubu oposisi melainkan juga dari pihak koalisi pendukung Jokowi, bahkan dari PDIP, partai di mana Jokowi menjadi kadernya.

Sangat aneh ga sih?

Aneh tapi nyata yah? Ha…7x

Jebakan-jebakan politik mulai dipasang untuk menjatuhkan Jokowi. Amien Rais, Brisik, Fahri Hamzah, Fadli Zon, Teuku Zulkarnain, Ratna Sarumpaet, Novel Bamukmin, Bachtiar Nasir, Alvian Tanjung, Rhoma Irama, dan Ahmad Dhani adalah nama-nama orang yang sangat membenci Jokowi-Ahok. Kebencian mereka terhadap Jokowi-Ahok sudah mendarah daging. Ibarat penyakit maka kebencian mereka sudah mencapai level stadium 4. Ha…7x

Sekelompok elit politik yang ideot, bahkan ingin menjatuhkan Jokowi lewat jalur inkonstitusional alias lewat kerusuhan. Korban nyawa pasti berjatuhan, ditambah kehancuran ekonomi akibat kerusuhan, bukankah ini merupakan suatu cara yang ideot?

Dalam artikel ini, penulis cuma membahas tentang percobaan kudeta terhadap Jokowi lewat kerusuhan 411.

Artikel yang membahas tentang topik ini terdiri dari:

Sangat Aneh: Kenapa Jokowi Tidak Bisa Dikudeta?

Sangat Aneh: Kenapa Jokowi Tidak Bisa Dikudeta? Bagian 2.

Sangat Aneh: Kenapa Jokowi Tidak Bisa Dikudeta? Bagian 3.

Sangat Aneh: Kenapa Jokowi Tidak Bisa Dikudeta? Bagian 4.

#Sinetwit”Dibalik Kisah Ahok di Tuduh Penistaan Agama dlm Kasus Al – Maidah 51″ Part.1 by @kurawa

Gue mengharapkan kalian yang baca #sinetwit ini bisa jadi “Hakim” secara obyektif apakah seorang @basuki_btp bersalah atau tidak?

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Hari ini sidang terakhir pemeriksaan saksi dan bukti di kasus almaidah 51 .. @basuki_btp akan tampil dan memberikan semua alat buktinya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Jika sesuai dengan jadwal masih ada 4 sesi sidang lagi (penuntutan,pledoi, replik dan duplik) sebelum hakim putuskan diawal bulan mei ini

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Gue mau flashback bagaimana kasus al maidah ini terjadi … termasuk kejadian2 saat Gelar Perkara yang selama ini blm diliput oleh media

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Gue mengharapkan kalian yang baca #sinetwit ini bisa jadi “Hakim” secara obyektif apakah seorang @basuki_btp bersalah atau tidak? 😊

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Sudah pada standby blm? 😁 minta 200 rituit dulu ah.. biar semangat tulisnya…ingat yah 2 ratus ✌

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

😁😁🤘🤘 good artinya pada full nyimak twitter.com/Bennylimping/s…

Rudi Valinka@kurawa

Sudah pada standby blm? 😁 minta 200 rituit dulu ah.. biar semangat tulisnya…ingat yah 2 ratus ✌

Benny Lim #Hoki@Bennylimping

Bang @kurawa .. udah 200 tuh dalam 7 menit!!

Benny Lim #Hokiさんの他のツイートを見る

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Kita mulai yah .. balik pada tanggal 27 Juli 2016 dimana hari itu @basuki_btp mendeklarasikan diri maju pilkada DKI lewat 3 parpol

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

27 juli @basuki_btp menyampaikan terimakasih didpn relawan dan teman ahok : kami harus hargai parpol yg mau dukung tanpa mahar

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Bergabungnya PDIP pd tgl 20 sept 2016 menutup 4 partai besar yg mendukung @basuki_btp maju menjadi cagub DKI lagi2 tanpa mahar sedikitpun

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

2 bulan pas setelah deklarasi tepatnya Pada tanggal 27 september 2016, @basuki_btp mengadakan kunjungan kerja ke pulau Pramuka

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Maka disaat kunjungan kerja ke pulau Pramuka ini tidak heran @basuki_btp disambut oleh parpol pendukungnya, walau dipastikan bkn kampanye

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Kebetulan di pulau pramuka ini partai Golkar yang mendominasi pileg tahun 2014 sehingga kedatangan @basuki_btp disambut juga oleh golkar

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Kedatangan @basuki_btp ke pulau pramuka dimaksudkan memberikan bantuan tebar benih 4000 ikan kerapu kpd warga sana terutama usaha keramba

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Memberikan bantuan langsung berupa ikan kerapu sebenarnya bukan gaya seorang @basuki_btp karena beliau fokus di bantuan pendidikan kesehatan

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Ada rasa sungkan dari seorang @basuki_btp seolah2 bantuan benih ikan kerapu ini ada pamrihnya kepada warga.. beliau tahu ini trik lama

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Sudah sejak lama banyak kepala daerah yang rajin “ngebom” warga dgn hibah dan bansos saat menjelang pilkada.. ini yg dikhawatirkan ahok

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Rasa sungkan inilah yang menyebabkan @basuki_btp berpidato mengaitkan bantuan benih ikan kerapu dengan pilkada DKI jakarta, dia khawatir

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Rasa khawatir itu diungkapkan @basuki_btp dengan kata2 : “Biar Bapak/Ibu tidak usah Pilih Saya…” sebuah pidato yang aneh 😁

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

@basuki_btp meminta dengan tulus kepada warga pulau Pramuka jika mereka merasa Bantuan benih ikan ini Pamrih maka Jangan pilih Ahok

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

@basuki_btp memberikan jaminan kepada warga pulau Pramuka jika saya pamrih atau bohong maka masih ada waktu hingga oktober 2017 utk menagih

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Kutipan pidato @basuki_btp saat itu yg minta tidak dipilih : ” biar bapak/ibu tidak usah pilih saya dibohongi pake surat al maidah 51 yang..

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

..macam2 itu, itu hak bapak/ibu ya, jadi kalau bapak/ibu perasaan tidak usah pilih nih, takut api neraka, dibodohi nih, tapi tidak apa2..

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

..kerena itu panggilan pribadi bapak/ibu. Program ini jalan saja tidak usah merasa tidak enak dalam nuraninya tidak usah pilih ahok”

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Jadi konteks pidato @basuki_btp saat itu jelas mengajarkan jangan jadi warga murahan hanya dengan bibit kerapu harus pilih ahok..

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Bahkan ahok mempersilahkan jika ada warga yg masih terprovokasi dengan serangan menggunakan (pake) almaidah 51 maka jangan pilih Ahok

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Maka tak heran selepas pidato @basuki_btp warga pulau pramuka bertepuk tangan mendengar pemaparan dan janji ahok.. tidak ada yg protes

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Acara selesai warga bercengkerama dengan @basuki_btp tidak lupa sesi photo2 nya juga 😊.. semua senang berjalan tanpa ada masalah sedikitpun

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Pada keesokkan harinya tgl 28 sept 2016 bagian humas pemprov DKI mengunggah video full kunjungan @basuki_btp ke Yutub dgn durasi 1:48:33

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Seperti biasa semua rekaman video @basuki_btp pasti menarik minat orang utk menonton saat itu, video P. Pramuka ini ditonton lebih 500 ribu

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Kehebatan video yutub @basuki_btp ini selalu ditonton oleh pendukung maupun lawannya makanya jumlah viewnya besar 👏

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

8 hari setelah pemprov DKI mengunggah video pulau Pramuka tepatnya tanggal 6 oktober jam 00:28 WIB (gile tengah malam) muncul Buni Yani

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Ditengah malam tsb buni yani buat status di Facebook nya dgn mengunggah rekaman pidato yg dipotong hanya 30 detik saat bicara almaidah 51

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan potongan video 30 detiknya buni yani …yg bermasalah ada di status tulisan (caption) nya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Penistaan Terhadap Agama? “Bapak ibu (pemilih muslim)… dibohongi Surat Al-Maidah 51″…(dan)”masuk neraka (juga bapak-ibu) dibodohi”

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Diakhir statusnya buni Yani menuliskan : Kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dari video ini.

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Ketidak sesuaian antara video dan statusnya ini yang jadi masalah bagi buni yani.. menghilangkan kata PAKAI merubah makna dari isi video

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Kalo dilihat dari jam 00:28 saat mengunggah video tsb ada kemungkinan buni yani punya masalah dengan jam tidurnya 😁.. potensi gak sinkron

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Status facebook buni yani ini pun menjadi viral di kalangan haters ahok, gilanya lagi status ini disebarkan ke WA grup hanya tulisannya aja

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Potongan videonya sdh gak ditonton lagi oleh mereka krn kemungkinan paket internet HP mereka kebanyakan gak bisa utk video

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Bahkan dalam satu survey disebutkan 88% orang yang percaya @basuki_btp menistakan agama mereka belum pernah menonton rekaman videonya 😩

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Buni Yani pun sekejab terkenal dikalangan haters ahok, dia lupa diri dan lupa status juga 🤣 kalo yg dia ungggah dan tulisannya berbeda

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

14 jam setelah buni yani buat status tsb, jam 14.17, Republika nulis: Video Ahok : Anda Dibohongi Alquran Surat Almaidah 51 Viral di medsos

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dilanjutkan oleh Jawa Pos jam 19.55 membuat tulisan : Sebut Warga Dibohongin Alquran, Ahok Besok Dipolisikan.. semua bersumber dari FB buni

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Belum termasuk portal2 siluman milik partisan pks, partisan HTI, FPI semuanya menuliskan pidato ahok jauh dari fakta sesungguhnya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Di hari yang sama jam 22.00 WIB, sekjen DPP FPI Novel Chaidir Hasan melaporkan @basuki_btp ke bareskrim dgn laporan polisi : LP/1010/X/2016

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Keesokan harinya tgl 7 oktober bertambah lagi 5 laporan ke polisi, semuanya berdasarkan status facebook buni yani.. bukan dari videonya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dari tanggal 6 oktober 2016 hingga 7 november tercatat ada 14 laporan polisi soal kasus ini, kebanyakan pelapor terafiliasi dengan FPI 👏

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Tanggal 10 oktober 2016 saat doorstop Dgn wartawan, @basuki_btp menyampaikan permohonan maaf kpd umat islam jika ada yg tersinggung

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Keesokan harinya tgl 11 okt TV One mengadakan acara ILC membahas kasus ahok, Buni yani didatangkan sebagai nara sumber utama (sdh jd Artis)

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Di ILC ini Buni Yani Mengakui kesalahan menulis status (transkrip) ucapan ahok soal Almaidah 51.. tapi dia tetap ngotot menyalahkan ahok 🐴

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Bersamaan dengan kemunculan Buni Yani di ILC dihari yg sama MUI mengeluarkan Pendapat dan sikap keagamaan,ini sebuah rekor tersendiri di MUI

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Sikap keagamaan itu levelnya diatas fatwa.. isinya : Ahok telah menghina Agama melalui pernyataannya soal Almaidah 51

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Mengapa dibilang rekor di MUI karena biasanya utk sebuah fatwa aja mereka keluarkan bisa memakan waktu berbulan2 hingga tahunan utk pelajari

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Sementara pendapat keagamaan yg lebih tinggi dari fatwa tentu akan melewati proses yg lebih lama lagi dan penuh kehati2an..krn efeknya besar

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Mengapa bisa secepat kilat? Tentunya kita tidak lupa dengan berita SBY yang menelpon ketua MUI pd tgl 7 okt konon minta dikeluarkan fatwa 👏

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Hanya dalam waktu 4 hari setelah SBY “minta” fatwa pun dinaikkan jd pendapat keagamaan …ini levelnya potong kompas kelas berat

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Kasus sadap menyadap ini hilang ditelan angin seiring dengan tersingkirnya putra beliau di putaran 1 😁.. semoga Tuhan Memaafkan mereka

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Seiring keluarnya pendapat keagamaan MUI ini ibarat sebuah lonceng besar pertempuran pilkada DKI, uang2 besar bertebaran utk kalahkan ahok

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Menurut mereka inilah momentum terbesar mengalahkan Ahok bukan lewat pilkada tetapi lewat kriminalisasi agar ahok mundur ketakutan

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Diawali tgl 14 oktober Demo besar Massa FPI di bareskrim dan Balaikota tuntutan Rizieq : kami minta Tangkap Ahok kalo tidak Kami BUNUH Ahok

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Kasus @basuki_btp sdh keburu membesar tidak ada ruang klarikasi atau tabayun buat dia…publik banyak terpengaruh oleh provakasi fitnah

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Proses perdamaian hingga menanggapi permintaan maaf @basuki_btp sdh diabaikan mereka, keinginan mereka cuma 1 Ahok hrs mundur dari Pilkada

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Pada tanggal 24 Oktober 2016 @basuki_btp mendatangi bareskrim dgn itikad sendiri memberikan klarifikasi terkait ucapannya di pulau Pramuka

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

@basuki_btp mengatakan lebih baik saya mati dipenjara dibanding jika saya harus kalah mundur karena fitnah ini .. lawan kebingungan

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Ucapan ahok yang tidak akan mundur dari Pilkada DKI ini yang menimbulkan ide demo besar2an karena donatur kakap juga mau kirimkan dana

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Nanti lanjut lagi yah.. maap ngetwit sambil kerja soalnya 😁 hari ini juga kok janji

Ini Pidato Lengkap SBY tentang Demo 4 November dan Kondisi Terkini

Rabu 02 November 2016, 15:48 WIB

M Fida Ul Haq – detikNews
Ini Pidato Lengkap SBY tentang Demo 4 November dan Kondisi Terkini

Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat SBY memberikan pernyatannya atas isu-isu terkini yang menerpanya. Salah satu isu terkini yakni demo 4 November mendatang.

Berikut pernyataan lengkap SBY di Cikeas, Bogor, Rabu (2/11/2016):

Bismillahirrohmaanirohim. Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh. Salam sejahtera untuk kita semua, Om Swastiastu. 

Para wartawan yang saya cintai. Alhamdulillah hari ini kita dapat kembali berada di rumah Cikeas ini, rumah perjuangan kami untuk saya dapat memberikan penjelasan melalui saudara-saudara untuk diteruskan kepada saudara-saudara kami, rakyat Indonesia terkait dengan perkembangan situasi politik terkini. 

Semula penjelasan ini akan saya sampaikan kemarin di Wisma Proklamasi 41 kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, tetapi saya pikir lebih tepat, lebih baik kalau pernyataan pers ini saya sampaikan di Cikeas ini. Sebab di Wisma Proklamasi 41 sekarang tengah digunakan antara lain untuk kantor tim pemenangan Agus-Sylvi. Sedangkan forum ini bukan forum tim pemenangan Agus-Sylvi. Tim pemenangan Agus Sylvi itu terdiri dari sekian belas parpol, baik yang memiliki kursi di DPR maupun yang tidak dan juga sejumlah komponen non parpol termasuk unsur relawan dan simpatisan. 

Saya sengaja memisahkan forum ini dengan forum pemenangan itu agar kami tetap fokus dan tidak perlu dipandang sebagai pencampuradukan antara sikap, pandangan dan rekomendasi PD dengan apa yang sedang dilakukan tim sukses oleh Agus-Sylvi sebagaimana yang dilakukan tim sukses-tim sukses yang lain. Oleh karena itu rekan-rekan wartawan, kapasitas saya dalam menyampaikan penjelasan ini sebagai lebih pimpinan PD. Oleh karena itu yang mendampingi unsur pimpinan dari PD.

Topik utamanya jelas adalah situasi politik terkini, utamanya berkaitan dengan yang saudara liput dan beritakan hampir setiap hari, hampir setiap jam. Bahkan hampir setiap menit yaitu seputar rencana gerakan unjuk rasa yang akan dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 4 November 2016 mendatang.

Saya akan mulai dari bagaimana kita melihat situasi terkini. Yah minggu ini politik di negeri kita menghangat. Bukan hanya di Jakarta tapi juga di seluruh Tanah Air. Kita saksikan hari-hari terakhir ini banyak pertemuan parpol. Misalnya Pak Presiden kita Pak Jokowi bertemu dengan Pak Prabowo Subianto.

Kemarin saya bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Wiranto dan para wartawan juga sudah mengetahuinya dan banyak lagi saya pantau pertemuan-pertemuan politik termasuk statement yang dikeluarkan para tokoh-tokoh politik itu. Saya memandang semuanya itu baik, saya yakini niatnya baik dan jangan kalau pertemuan politik yg dilakukan mereka-mereka yang di luar kekuasaan lantas dicurigai.

Intelijen harus akurat, jangan berkembang menjadi intelijen yang ngawur dan main tuduh. Saya kira bukan intelijen seperti itu yang harus hadir di negeri tercinta ini karena amanah reformasi kita jelas, kita ingin merefeormnasi tatanan budaya yang cara-cara yang dulu terjadi di era otoritarian yang tidak tepat kita ubah menjadi tatanan yang tepat dengin iklim dan suasana negara demokrasi.

Sekaligus saya mengingatkan era sekarang adalah era demokrasi, bukan era otoritarian. Saya tidak tahu apakah adik-adik wartawan pada penggal sejarah yang penting tahun 1998, 1999, 2000 juga berada dalam pusaran nasional yang menandai terjadinya tonggak perubahan besar dari era otoritarian menuju era demokrasi.
Dulu kalau tidak ada yang mengalami atau terlibat langsung, baik untuk mengetahui sejarah negeri sendiri. Jangan sampai kita tahu sejarah negara lain, Amerika, Hongkong, Timteng tapi kita tidak tahu sejarah di negeri kita sendiri. 

Masih berkaitan dengan situasi politik sekarang ini saya juga menyimak banyak sekali seruan, boleh unjuk rasa, tapi jangan anarkis. Saya setuju bukan hanya 100 persen, 300 persen, itu juga seruan PD. Itu juga seruan SBY yang Alhamdulillah dengan izin Allah memimpin Indonesia selama 10 tahun beberapa saat yang lalu.

Unjuk rasa di negeri ini, unjuk rasa di sebuah negara demokrasi yang tertib adalah ya unjuk rasa yang damai, yang tertib, sesuai aturan, dan tidak merusak. kalau unjuk rasa destruktif, menangis kita semua. Tidak mudah membangun negeri ini secara bertahap, bertingkat dan berlanjut, break to break dari generasi ke generasi. oleh karena itu hasil pembangunan janganglah dalam waktu yang sekejap katakanlah begitu tiba-tiba harus dirusak. 

Saya juga setuju saya juga menyerukan hingga hari ini dan akan terus menyerukan, setiap orang memiliki hak politik. Itu dijamin oleh konstitusi untuk menyampaikan pandangannya, pikirannya, bahkan protes-protesnya, dan dalam terminologi politik itu disebut unjuk rasa asalkan sekali lagi tertib, damai, tidak melanggar aturan dan tidak merusak. Tetapi harus ingat bagi siapapun, unjuk rasa itu bukan kejahatan politik. Unjuk rasa bukan kejahatan politik. Unjuk rasa bagian dari demokrasi, asalkan tidak anarkis.

10 Tahun saya jadi presiden, sebagian dari saudara mengikuti bahkan kerap memberitakan, menyiarkan sepanjang 10 tahun unjuk rasa ada terus. Mulai dari yang kecil, menengah maupun besar dan setiap unjuk rasa apalagi dilakukan di depan Istana selalu saya utus staf pribadi saya. Tolong dicatat apa temanya, apa tuntutannya, barangkali ada yang perlu kita jadikan masukan, umpan balik dan pertimbangan untuk mengambil keputusan, menetapkan kebijakan dan mengatasi masalah pada tingkat nasional.

Saya tidak alergi dengan unjuk rasa. Saya buktikan dulu selama 10 tahun dan meskipun 10 tahun pemerintahan yang saya pimpin ibaratnya tidak sepi dari aksi unjuk rasa. Pemerintahan kami tidak jatuh, ekonomi tetap tumbuh, saya masih bisa bekerja, siapa bilang tidak bisa bekerja. Kalau tidak bisa bekerja bagaimana ekonomi tumbuh dan lain-lain yang telah kita capai dulu.

Intelijen dulu juga tidak mudah melaporkan kepada saya sesuatu yang tidak akurat. Saya senang polisi dan jajaran aparat keamanan juga tidak main tangkap apalagi main tembak. Tadi malam saya juga berbincang-bincang dengan Pak Jusuf Kalla. Kami generasi yang lebih tua, ingat dulu peristiwa tahun 1966 yang melibatkan mahasiwa UI tahun 1998 yang melibatkan mahasiswa Trisaksti gara-gara main tembak terjadilah prahara maha besar yang mengubah sejarah di negeri kita ini. Kita harus memetik pelajaran sejarah di masa silam. 

Dulu saya tidak pernah dengan mudah menuduh ada orang-orang besar mendanai aksi-aksi unjuk rasa, ada orang besar menggerakkan unjuk rasa. Kalau dikaitkan situasi sekarang kalau ada informasi atau analisis intelijen seperti itu, saya kira berbahaya. Menuduh seseorang, menuduh sebuah kalangan, menuduh sebuah parpol, melakukan seperti itu, itu fitnah, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. I tell you. Yang kedua, menghina. Rakyat bukan kelompok bayaran. Urusan hati nurani tidak ada yg bisa mempengaruhi, uang tidak ada gunanaya. Apalagi ukuran akidah. Banyak di dunia ini mereka rela mengorbankan jiwanya demi akidah. Memfitnah orang yang dilaporkan itu, parpol atau pihak-pihak yang dilaporkan itu. Nama analisis intelijen sekaligus menghina. 

Kita tahu Arab Spring, mulai dari Mesir, Libya, Tunisia, Yaman, itu tidak ada dikatakan penggeraknya, leaderless revolution. Yang mengomandoi handphone, social media, itulah era digital society. Itulah era sekarang ini. Jadi jangan tiba-tiba menyimpulkan ini yang menggerakkan, ini yang mendanai. Dalam menanggapi soal kemungkinan ada laporan yang tidak berdasar seperti itu, saya tidak asal bicara. 

Saya kumpulkan keterangan, saya korek apa yang ada dalam pikiran penyelenggara negara, jajaran pemerintahan, beliau-beliau yang mengemban amanah, baru saya bicara. Sekali lagi karena saya mengetahui. Saya mendengar dan setelah saya kroscek, saya konfirmasikan benar adanya, mudah-mudahan, mudah-mudahan yang saya dengar itu tidak benar, Tidak seperti itu, kalau memang ada analisis intelijen bahwa ada pihak ini yang mendanai, pihak ini yang mengerakkan parpol ini yang punya kepentingan menggerakkan unjuk rasa besar itu.

Saudara-saudara, berbahaya jika di sebuah negara ada inteligent failure dan inteligent error. Ini istilah intelijen. Inteligent failure, misalnya laporannya itu berlebihan atau kurang. Aman saja Pak, tenang-tenang saja, sudah tidur-tidur saja, ini nggak ada apa-apa, ini paling demokrasi 500 orang, tiba-tiba 50.000, terjadi sesuatu semua tidak siap, that is inteligent failure. Kalau inteligent error analisisnya bengkok, datanya tidak ada, faktanya tidak ada dikait-kaitkan, ambil sumber sosmed, termasuk buzzer, dianalisis, ah pasti ini yang menggerakkan, pasti ini yang mendanai. Itu intelegent error, so it is very-very dangerous. Kehidupan bernegara dipenuhi info laporan-laporan, bisikan-bisikan atau pun yang mengatakan dirinya inteligent report.

Saudara-saudara sekarang saya menyampaikan pandangan sikap dan rekomendasi Partai Demokrat, bagaimana sebaiknya kita semua menyikapi rencana gerakan unjuk rasa 4 November mendatang. Kita ini sering gaduh, grusa-grusu, panik dan bertindak reaktif dan tak menentu. Sibuk tapi valuenya tidak ada, kita sering tidak tidur untuk melakukan bbanyak hal, untuk mengatasi masalah. Ternyata masalah tidak bisa diatasi. Oleh karena itu kami berpendapat dengan apa yang terjadi, yang bergulir dari hari ke hari, dari jam ke jam, saya pantau saya dengarkan, saya analisis, saya punya insting dan naluri. Yang terpikir barangkali yang dilaksanakan barangkali bagaimanapun unjuk rasa harus kita cegah, harus kita gembosi, sekat tutup di luar Jakarta, jangan sampai ada yang masuk dari daerah-daerah yang lain dari provinsi yang lain.

Langkah-langkah itu boleh dikatakan tidak salah. Tidak salah dalam arti akan jauh lebih baik tidak perlu harus ada unjuk rasa, apalagi unjuk rasa yang besar. Apalagi yang bisa anarkis, tetapi masalah selesai sepanjang masalah itu bisa diselesaikan. Itu yang terbaik nilainya 100, A+. 

Mari kita bertanya sekarang, sebenarnya apa masalah yang kita hadapi ini. Apa masalahnya saudara-saudara dan kenapa di seluruh Tanah Air, bukan hanya di Jakarta, saya kira semua memantau di Sumatera, di bagian Jawa yang lain, di luar Jawa yg lain, rakyat melakukan protes dan unjuk rasa. Tidak mungkin tidak ada sebabnya. Mari kita lihat dari sebab akibat. Pasti adalah yang diprotes, yang dituntut. Tidak mungkin tidak ada ribuan rakyat berkumpul hanya untuk happy, happy, jalan-jalan, lama tidak lihat Jakarta misalnya itu. Barangkali karena merasa yang diprotes itu dan tuntutannya itu tidak didengar. Nah kalau sama sekali tidak didengar, diabaikan, sampai lebaran kuda masih akan ada unjuk rasa. Ini pengalaman saya, 10 tahun memimpin, banyak unjuk rasa, 5 tahun jadi menteri banyak unjuk rasa.

Mari kita bikin mudah urusan ini, jangan dipersulit. (ngelap jidat, pipi, rambut belakang, melepas kacamata dan memasang kacamata lagi). Minta maaf. Sekali lagi mari kita bikin mudah. Mari kita kembali ke kuliah manajemen dan metode pemecahan persoalan. Itu semester satu kuliah. Yang kuliah di ilmu manajemen, ilmu kepimimpinan.

Begini, Pak Ahok gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diangap menistakan agama. Ayo kita kembali ke situ dulu. Penistaan agama itu secara hukum tidak boleh dan dilarang. Kembali ke sistem hukum kita, kembali ke KUHP kita. Di Indonesia sudah ada yurisprudensi, sudah ada preseden, sudah ada penegakan hukum di waktu yang lalu menyangkut urusan ini. Yang terbukti bersalah juga telah diberikan sanksi. 

Jadi kalau ingin negara kita ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan, jangan salah kutip, negara ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan. Pak Ahok ya mesti diproses secara hukum. Jangan sampai beliau dianggap kebal hukum. Ingat quality before the law. Itu bagian dari demokrasi, negara kita negara hukum. Kalau perlu diporses tidak perlu ada tudingan Pak Ahok tidak boleh disentuh. Bayangkan do not touch Pak Ahok, bayangkan.

Nah setelah Pak Ahok diproses secara hukum, semua pihak menghormati. Ibaratnya jangan gaduh, cegah tekanan dari mana pun. Baik tekanan yang mengataan kepada penegak hukum, pokoknya Ahok harus bebas atau tekanan pokoknya Agus, ulangi, pokoknya Gubernur Ahok harus dinyatakan bersalah. Tidak boleh, serahkan kepada penegak hukum apakah Pak Ahok tidak bersalah nantinya atau bebas atau Pak Ahok dinyatakan bersalah.

Jangan ditekan, biarkan penegak hukum bekerja. Begitu aturannya. begitu etikanya. Nah boleh rakyat mengikuti dan menagwasi proses penegakan hukum. Berarti bola sekarang ada di penegak hukum, bukan di jalan-jalan rakyat, bukan di tangan Pak Jokowi, bukan di tangan ormas Islam, bukan di Partai Demokrat. 

Jutaan mata memandang mengikuti melalui media tradisional maupun melalui medsos. Bahkan percakapan di lingkungan Polri, Kejaksaan, Pengadilan, para hakim, atau di jajaran pemerintahan di era keterbukaan sekarang digital society ini dengan cepat menyebar, hati-hati.

Nah harapan PD, saya kira harapan rakyat begitu, penegakan hukum haruslah fair, transparan, dan adil, jangan direkayasa. Jika proses penegakan hukum berjalan benar, fair, transparan, dan adil tidak direkayasa, rakyat harus menerima apapun hasilnya.

Pak Ahok bisa terbukti bersalah, sebaliknya Pak Ahok bisa juga terbukti tidak bersalah. Dengarkan kesaksian pihak-pihak yang patut memberikan saksi. Saksi ahli siapapun silakan. Ayo kita mendidik diri kita semua dengan menghormati proses penegakan hukum. Hukum sebagai panglima dengan catatan para penegak hukum amanah, menjalankan tugasnya dengan benar, tanpa tekanan dari siapapun, harus kita terima apapun hasilnya.

Setelah ada keputusan pengadilan, mungkin ada yang puas. Bukan mungkin, saya kira pasti. Ada yang puas, ada yang tidak puas. Kalau tidak puas ada aturan mainnya, bisa naik banding, sampai ke kasasi, PK, ada aturannya. Terbuka begitu, itulah justice system yang harus dihormati dan dijalankan. Lantas ada yang bertanya. 

Minum ya, kalau ada salah-salah kata berarti kurang minum. Inilah rekan-rekan wartawan kalau di rumah sendiri bisa bebas bicaranya.

Baik saya lanjutkan dulu. Yah mungkin ada yang berkomentar begini. Nah kalau begini mungkin ada motif politiknya dong. Wong Pak Ahok ini sedang jadi cagub, kok tiba-tiba harus dilakukan proses hukum, berarti ada politiknya, berarti tidak fair, berarti mengganggu Beliau untuk menjalankan tugas sebagai cagub. 

Bahkan barangkali lebih jauh, ya kalau begitu ada pihak menginginkan Pak Ahok tidak terpilih lagi jadi gubernur. Saya dengar luar biasa ini, mari kita lihat, negara ini negara kita sendiri. Jakarta ini milik kita semua yang di Jakarta.

Mari kita lihat dengan pikiran jernih. Apa yang diucapkan oleh Pak Ahok, yang dilakukan oleh Pak Ahok berkaitan dengan Surat Al Maidah 51 sebenarnya bukan pelanggaran aturan KPUD. Bukan termasuk aturan kampanye ansich. Kalau ditarik-tarik ada juga kaitannya, tapi sebetulnya bukan di situ letaknya. Tapi ini berkaitan dengan pidana. baik ada pemilihan atau tidak pemilihan gubenur, tetap harus diselesaikan. Tolong dipisahkan. Dan kalau ada proses penegakan hukum menurut pandangan saya, Pak Ahok tidak kehilangan statusnya untuk juga menjalankan kampanye menghadapi pemilihan gubernur DKI Jakarta yang pemungutan suara akan dilakukan pada 15 Februari 2017 mendatang.

Saya pribadi, Partai Demokrat berpendapat, tolong rekan wartawan jangan dipenggal-penggal statement saya ini saya pribadi, Partai Demokrat berpendapat, pemilihan gubernur Jakarta mestinya tetap diikuti tiga pasangan calon. Pak Ahok dengan Pak Djarot kalau kita balik nomor urutnya, Pak Agus Sylvi, Pak Ahok Pak Djarot, Pak Anies dengan Pak sandi. Tiga pasangan calon itu hrs tetap diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti kampanye ini. Biar ketiganya berkompetisi secara fair dan demokratis. Nanti rakyat Jakarta yang akan menentukan siapa yang menurut mereka paling tepat memimpin Jakarta 5 tahun mendatang, hak rakyat kedaulatan rakyat.

Kami berpendapat tetap saja tiga calon yang penting harus dapat kita cegah terjadinya kecurangan masif. Yang penting mereka-mereka yang harus netral: TNI, Polri, BIN, Birokrasi, harus benar-benar netral (diucapkan tiga kali), serahkan kepada rakyat. Saya kira pasangan Agus Sylvi, pasangan Anies Sandi, tidak bangga kalau Pak Ahok tidak bisa bersaing karena WO. Jangan, biarkan, berikan ruang berkompetisi secara sehat, begitu.

Saudara-saudara itulah pandangan dan usulan sederhana dan tulus dari PD. Kami tidak, PD tidak ingin masalah politik, sosial, agama, dan bahkan yang bisa jadi masalah keamanan ini tidak dapat diselesaikan dengan baik, lepas kendali, sehingga bisa meimpbulkan situasi yang lebih buruk. kita ingin negara dan pemerintahan bekerja dengan baik, kita ingin Pak Jokowi terus melaksanakan tugasnya dengan baik untuk kita semua.

Jangan sampai saudara-saudara 200 juta rakyat Indonesia nasib dan masa depannya disandera oleh urusan satu orang. Saya kira tidak benar kehidupan bernegara ini macet karena urusan satu orang yang tidak bisa kita selesaikan secara benar, tepat dan bijak.

Para wartawan yang saya cintai, sekarang bagian kedua. Saya ingin sampaikan isu-isu lain. Isu-isu ini mungkin sebulan terakhir ini, atau satu dua bulan terakhir ini diceritakan kepada saya, SBY. Pertama tentang TPF Munir.

Masih ada yang mengejar, mencari-mencari, dan terus menimpakan kesalahan kepada SBY pribadi. Bahkan katanya SBY harus diperiksa oleh jaksa agung. 

Saya membaca statement Pak Menko Polhukam Pak Wiranto, ditulis besar-besar di media massa, tidak ada instruksi presiden untuk mengusut SBY dalam kaitan TPF Munir. Tapi dari jajaran jaksa agung, pihaknya ingin bertemu dengan saya.

Begini mudahnya, ini nggak salah negara? Kalau saya justru dijadikan tersangka pembunuhan Munir? Nggak kebalik dunia ini jika SBY terlibat dalam konspirasi pembunuhan Munir? Come on! Ayo gunakan akal sehat,
semua punya akal sehat, rakyat punya akal sehat. Penegakan hukum menyangkut kasus meninggalnya aktivis HAM Indonesia mMunir di era pemerintahan yang saya pimpin, utamanya yang dilaksanakan penegak hukum sudah saya jelaskan terang benderang.

Bapak Presiden Jokowi juga telah mengetahui rekomendasi TPF Munir. Meskipun kopi pertamanya masih dicari di mana tapi kopi dengan isi yang sama juga sudah didapatkan dan kita serahkan kepada Mensesneg untuk dilaporkan kepada Presiden jokowi apa rekomendasinya dan apapula yang sudah dilaksanakan oleh pemerintahan yang saya laksanakan dulu. 

Bola ada di tangan pemerintahan Pak Jokowi sekarang ini, bola ada di tangan para penegak hukum yang sedang mengemban amanah sekarang ini. Kalau mengganggap yang dilaksanakan oleh para penegak hukum di era saya dulu belum rampung harus diteruskan, dilanjutkan, sepenuhnya hak Beliau.

Jangan digeser masalahnya kopinya mana, kopinya mana. Sudah dilegalisasi oleh mantan Ketua TPF Pak Marsudi Hanafi, dicocokkan dengan anggota TPF yang lain. Ya itu isinya, masih bergulir, masih digoreng.

Yang berikutnya lagi perihal harta SBY yang jumlahnya Rp 9 triliun. Naudzubillah minzalik. Rp 9 triliun kalau benar saudara-saudara harusnya saya masuk dalam daftar 150 orang terkaya se-Indonesia versi Majalah Globe Asia. Belum lama dirilis pada tanggal 6 Agustus 2016. 150 Orang terkaya di Indonesia. Mulai dari kekayaannya US$ 14,8 miliar atau sekitar Rp 165 triliun hingga yang nomor 150, US$ 110 juta atau setara 1,5 triliun. Mestinya SBY masuk di sini, saya baca 10 kali nggak masuk. 

Ada yang ketawa, ada yang tidak ketawa. Katanya berita Rp 9 triliun ini disiarkan oleh sebuah televisi. Sampai sekarang belum diralat oleh televisi itu dan belum minta maaf. Tidak berarti saya akan melakukan somasi, that is the fact im talking about the truth. Ada televisi entah sengaja atau tidak sengaja diplesetkan kekayaan SBY Rp 9 triliun. Bahkan sekarang diviralkan. SBY, bapak dihantam hingga sekarang, terus disebarkan. 

Terhadap ini, fitnah yang keji ini, kalau saya punya kekuasaan sekarang ini, era sekarang ini barangkali yang memberitakan berita bohong itu sudah terbirit-birit yang menebarkan fitnah itu sudah ketakutan. Barangkali dalam waktu 3 hari Bareskrim sudah ketemu pertama kali yang menyebarkan berita akhirnya menjadi viral dapat ditindak, mimpi saya, my dream dan saya punya hak konstitusi untuk bermimpi. Mudah-mudahan mimpi saya tidak dilaporkan ke Presiden Jokowi. Misalnya mimpi SBY mengganggu stabilitas nasional. Siapapun rakyat kebanyakan, termasuk saya jika difitnah oleh televisi dan pelaku sosmed melanggar hukum dan etika itu juga mendapatkan perlakuan yang sama, teduh. 

Justice for all, tidak tebang pilih, karena keadilan bukan hanya monopoli yang memegang kekuasaan, termasuk saudara kita yang tidak bisa membayar pengacara, yang tidak berani melapor ke polisi.

Dari harta Rp 9 triliun masuk lagi rumah yang diberikan kepada SBY. Pemeberitaannya luar biasa menyangkut ini. Lagi-lagi sebuah tv menyatakan luasnya 5.000 meter persegi. Ada lagi luas tanahnya 3.000 meter persegi. Kawan-kawan, teman-teman, saudara-saudaraku yang mendengarkan statement saya ini. Mudah-mudahan tidak dipoyong, tidak diedit, oleh karena youtubenya segera diupload. Biar mereka mendengarkan utuh ucapan saya ini.

Menurut UU nomor 7 tahun 1978, UU itu sudah ada sejak tahun 1978, bukan dibikin oleh SBY, di era SBY (yang buat) DPR dengan pemerintahan, SBY bukan. Tahun 1978, salah satu bunyinya mantan presiden dan mantan wapres, dulu bunyinya mantan itu bekas, barang rongsokan, sekarang mantan. Mantan presiden diberikan sebuah rumah kediaman yang layak dengan perlengkapannya, all former president and all former vice president.

Dulu tidak ada aturannya, 2014 kita atur. Misalnya kalau sebelumnya ada pejabat yang punya luas tanah 3.000 meter persegi, 4.000 meter persegi. Bangunannya dua kavling, kita atur. Luasnya maksimal 1.500 meter tanahnya. Dan yang diberikan negara kepada saya jumlahnya kurang (dari) 1.500 persegi. Bagaimana 5.000 meter?

No gulty feeling, tenang, bahagia menyebarkan berita seperti itu, saya tidak tahu by design atau by chance. Saya juga tidak tahu ketika Setneg mengumumkan, dijelaskan nggak yang lain (juga) terima. Jangan-jangan dikira hanya saya yang dikasih.

Teman-teman, saya hari ini bicara blak-blakan, karena saya tidak ingin ada dusta diantara kita. Negeri ini negeri kita semua. Kita ingin pemerintahan Pak Kokowi sukses untuk kita semua tapi janganlah melakukan langkah-langkah yang tidak adil, yang menciderai harkat, martabat dan harga diri orang seorang. Janganlah mengorbankan orang-orang untuk mencapai kekuasaan dan tujuan politik. 

Sebagai penutup itulah pandangan dan saran kami PD kepada pemeritah dan penegak hukum serta imbauan kepada masyarakat luas yang barangkali akan menggunakan haknya untuk melakukan demonstrasi 4 November,
damailah, tertiblah, jangan langgar aturanlah, dan kemudian jangan merusak. 

Itu pula penjelasan saya tentang isu-isu yang berkaitan dengan saya, dengan SBY, mulai dengan TPF Munir, harta Rp 9 triliun dan rumah pemberian negara. Ya teman-teman, kami semua di kiri kanan merasakan sejak Agus Harimurti Yudhoyono mencalonkan diri sebagai gubernur Jakarta, angin menerpa saya dan kelurga dengan sangat kencangnya. 

Saya bermohon dan meminta pertolongan Allah SWT semoga Agus Harimurti Yudhoyono yang menggunakan hak konstitusionalnya untuk ikut berkompetisi dalam pemilihan gubernur Jakarta tidak dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional. Saya juga mohon doa restu agar saya kuat menghadapi badai politik ini. Terima kasih rekan-rekan saya tidak membuka q and a supaya tidak bias dan saya kira cukup jelas apa yang saya sampaikan pada kesempatan hari ini, terima kasih. Semoga rekan-rekan wartawan selalu dibimbing oleh Tuhan Yang Maha Kuasa sukses dalam menjalankan tugas yang tidak ringan, wartawan juga mengemban tugas suci, tugas mulia untuk demokrasi kita untuk masa depan negara kita. Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

(nwy/erd)

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Nanti lanjut lagi yah.. maap ngetwit sambil kerja soalnya 😁 hari ini juga kok janji

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Duhh maap yah… kemaren HP low batt jadi gak bisa dilanjutin.. maap yah.. pagi ini kita lanjutin flashback kasus hukum @basuki_btp lagi

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Pasca kedatangan inisiatif sendiri @basuki_btp ke bareskrim dianggap melawan kelompok penuduh penista agama,mereka merencanakan aksi demo lg

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dibawah koordinasi FPI demo tgl 14 okt di deklarasikan sebagai demo ” Bela Islam” jilid 1 maka harus dibuat edisi yg lebih besar di jilid 2

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

FPI sbg figur sentral dijadikan tameng oleh parpol2 lawan ahok utk mendesak pemerintah tangkap ahok..maka dibuatlah aksi Bela Islam jilid 2

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Belakang meja otak demo ini sdh kita ketahui diawal sementara di lapangannya adalah 2 minions fahri hamzah dan fadli zon yg bergerak

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Maka jangan heran hingga hari ini paslon yang ambil banyak keuntungan dari demo bela islam itu paslon gub parpolnya fahri dan fadli 😂

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Konon inilah yang membuat timses paslon sebelah jadi gak begitu suka dengan cagub no 3.. cuma modal teriak2 fahri n fadli dapat untung gede

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Susah membedakan apakah fahri n fadli ini terlalu pintar atau tim sebelah sana yang terlalu bodoh 😀😀.. emang duo minions ini lumayan kompak

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Demo 411 bela Islam jilid 2 pun terjadi, mereka menuntut jokowi agar ahok ditangkap lucunya..walau meminta mereka juga menjelek2an jokowi

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Ini yg gue bilang cerdik, walau kesannya demo ahok tapi ada yg membonceng juga buat pilpres 2019.. ahok hanya dijadikan sasaran antara

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Peserta demo menuntut bertemu jokowi, sementara jokowi sdg kunjungan dinas.. maka wapres lah yang menemui mereka.. disini ada cerita serunya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dari seorang sumber saat pertemuan dengan wapres salah seorang tokoh pengunjuk rasa (T) menuding2 wapres dengan bahasa yg tdk sopan

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Hampir terjadi insiden si pengunjuk rasa ini akan “diambil” oleh seorang pejabat kepolisian..namun ditenangkan kembali oleh wapres 😁..drama?

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Setelah diterima demo pun bubar dgn hasil akhir Ancaman Besar kpd pemerintah kami akan turun dengan demo yg lebih besar lg jika ahok bebas

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Demo 411 ini menurut bohir mereka sukses luar biasa, pemerintah lumayan gentar aksi didepan wapres menurut mereka diatas angin

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Pasca demo 411, jokowi instruksikan kapolri utk usut kasus Ahok secara transparan..disinilah presiden pertama kali mengintervensi hukum 🤔

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Padahal diawal2 pemerintahan jokowi berjanji tidak akan mengintervensi hukum apapun masalahnya.. hanya karena demo beliau akhirnya nurut

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Padahal di polri sendiri sdh ada Surat Telegram Rahasia (STR) no 498/2015 ttg penundaan penyidikan kasus yg melibatkan paslon pilkada

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Hanya karena soal Ahok STR kapolri ini pun diabaikan.. kalah oleh perintah lisan jokowi utk segera memproses ahok secara cepat secepat kilat

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Banyak cerita2 politik pasca instruksi jokowi mulai dari perintah ahok mundur lalu dijamin bebas dsbnya.. gak usah dibuka disini yah.. 😉

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Ahok konsisten dengan ucapannya : lebih baik saya Mati dipenjara dibanding saya harus mundur di kasus ini .. air mata kita selalu berlinang

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Kita hanya mengingatkan pemerintah jika seseorang ahok “Kalah” hanya karena demo maka siap2 tumbal berikutnya akan sama digunakan mereka

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Modus Demo ini akan digunakan lawan politik utk menjatuhkan seseorang secara cepat dan murah.. mobilisasi massa dengan demo bayaran

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dengan uang 1 triliun membayar 1 juta massa @ Rp. 1juta sdh bisa buat mereka menginap 3 hari menduduki obyek vital negara.. simple banget

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Setelah kapolri menyampaikan perintah jokowi maka tgl 7 nov @basuki_btp utk pertama kali dipanggil bareskrim (sebelumnya inisiatif sendiri)

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Satu minggu setelah ahok diperiksa tgl 15 November 2016 polisi melakukan Gelar Perkara secara tertutup dari jam 09 pagi hingga jam 1 malam

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Gelar perkara yang tertutup ini sebenarnya mengabaikan instruksi presiden agar kasus ahok ini transparan..tapi yah sudahlah.. bingung 😎

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Apa yang terjadi didalam gelar perkara tgl 15 november tsb? 😊 nanti akan gue beberkan langsung dari lokasi kejadian…masih pada serius gak?

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Gelar perkara kasus ahok mengakomodir 14 Laporan Polisi yang dibuat di berbagai daerah.. kesemuanya berdasarkan “katanya” tdk ada yg di TKP

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dari 14 Laporan polisi ini hanya 12 yang dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), 2 pelapor gak tau knp gak mau di BAP mungkin ikut2an aja

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

1 orang pelapor atas nama drs. Nandi Naksabandi secara tiba2 meninggal dunia.. gak tau penyebabnya apa, sehingga hanya sisa 11 LP aja

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Jangan salahin ahok yah soal wafatnya pelapor semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan YME dan almarhum jd saksi disana apa ahok penista/bkn?

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Gelar Perkara diadakan di ruang rapat utama mabes polri hari selasa mulai pukul 09.00 dgn pimpinan kabareskrim dihadiri 93 peserta

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dari pihak pelapor 7 orang yg hadir di gelar perkara mulai habib novel, irena handono, pedri kasma, bachtiar, m zaitun,syamsu hilal,muchsin

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Mayoritas FPI sih atau yang masih ada hubungan dengan FPI 😊.. cuma ganti nama ormas aja … dari tim ahok hanya 2 dari tim kuasa hukumnya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saksi Ahli pelapor ada 6 orang, sdh tau dong ada Rizieq ini yang lucu pelapor dan saksi ahli 1 organisasi yg sama …

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saksi ahli terlapor ada 4 orang sementara saksi ahli kepolisian ada 8 orang lengkap dengan berbagai disiplin ilmu termasuk puslabfor

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Polisi mengundang 2 warga pulau seribu, 1 orang staf pemprov DKI yg ikut serta ke pulau seribu dan 3 orang saksi terlapor yg melihat lgs

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Gelar perkara diawali membacakan hasil penyelidikan polisi atas kejadian di pulau pramuka, memotong rekaman video selama 29 menit saja

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Fokus menit 23 – 24 saat perkataan : … dibohongin pake surat almaidah 51 dijadikan modus operandi dgn ancaman pasal 156 a KUHP dan UU ITE

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Polisi hanya berdasarkan laporan penyelidikan dengan alat bukti sebanyak 16 buah apa aja itu yukk kita lihat yah barang buktinya : 😀

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

1. Fotocopy(FC) koran Cerucok Ekspose saat pilkada provinsi babel, 2. FC buletin dakwah al Islam, 3. FC. Warta Ekonomi.co.id

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

4. Wawancara Rhoma irama 5. Bulletin Al Hayah tgl 16 feb 2007 6. Fc media society tgl 14 feb 2007 7. Fc prngatan umat islam ttg Almaidah 51

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

8. 1 lembar acara Tolak Ahok, tolak pemimpin kafir pada hari rabu tgl 10 agustus 2016 pukul 13.00 di aula DHN joeang 45 lantai 3

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

9. 1 lembar berita online dgn judul Imam Besar Istiqal tegaskan Kalimat Ahok bukan Penistaan Agama (😩 kasihan abis itu beliau dimusuhi)

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

10. 1 eksemplar berita dari internet tgl 7 oktober dgn judul Laporan atas Ahok tidak bisa gunakan pasal penistaan agama

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

11. 1 eksemplar berita dari internet dgn judul dukungan NU jakarta atas ucapan ahok terkait almaidah 51

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

12. BAP laboratorium kriminalistik berisi 1 keping DVD R merk sony dgn judul kunjungan gub BTP ke kep seribu dalam rangka kerjasama dgn STP

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

13. BAP dan amplop coklat berisi flash disk dgn pelapor novel chaidir, muh burhanudin dan habib muchsin

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

14. Fc keputusan bupati beltim basuki tjahaya purnama ttg penunjukan tim pemandu haji daerah (TPHD) thn anggaran 2006

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

15. Flashdisk dari pelaporan ahok 16. Flashdisk dari tim kuasa hukum ahok Nahh…kalian bisa menyimpulkan alat2 bukti ini tersirat apa?

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Barang bukti ini sebenarnya menyiratkan 2 kubu yg pro &anti.. namun kredibilitas sumber atau yg ngomongnya ini yg dipertanyakan.. terla.luuu

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Acara dimulai diawali dengan paparan dari polri.. tdk memasuki substansi cenderung teoritis dipimpin oleh dirtipidum (bintang 1)

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Suasana panas masuk saat sesi pelapor dari 7 orang yg bicara, Pedri kasman meninggi dia minta Ahok harus ditahan hari ini …

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Yang menarik pernyataan saksi ahli agama Muhammad Rizieq Syihab, sbg ahli dia memberikan pernyataan melebihi seorang Pelapor 😁😁

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Rizieq meminta supaya Ahok harus dihadirkan hari ini juga di gelar perkara.. padahal statusnya hanya ahli.. saat itu beliau masih jumawa

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Posisi diatas angin karena aksi bela islam 1 dan 2 menurut dia berhasil … daya tawar semakin tinggi mungkin disinilah mimpi terhebatnya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Point2 pernyataan keras rizieq spt : penyidik polri jgn blunder dgn statement dimedia massa yg katakan ahok tdk ada Niat 😊 (jd kapolri doi)

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Rizieq meminta penyidik hanya fokus di penistaan agama jangan bahas penafsiran almaidah 51 dari berbagai ulama…pokoknya ahok penista

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Rizieq meminta jangan ada ulama2 dari luar negeri utk kasus ini (terkait akan didatangkan mufti alazhar kairo) ulama RI cukup hebat

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

🤣 jgn libatkan ulama asing tapi giliran zakir naik datang disambut kaya raja arab…oh yah anti asing kecuali raja arab

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Yang terakhir saksi ahli agama rizieq meminta dengan tegas agar polisi menangkap ahok skr juga agar tidak kabur keluar negeri katanya 🤣

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Sebelum sesi sinetwit hari ini berakhir ada 1 pengunjung gelar perkara yg lumayan heboh yaitu NeNo Warisman yg ikut berbicara saat itu

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Neno warisman membawa 1 buah Alkitab lalu dia acungkan alkitab tsb dgn berkata jika saya menistakan agama nasrani menggunakan Yohanes 14:6?

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Gak ada yang paham maksud neno saat itu, seolah2 mereka yg ada di dalam ruangan itu suci bersih tanpa pernah bahas agama orang lain 😃

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dan sampai sekarang belum ada juga sih orang yang bahas alkitab dipidanakan di indonesia .. makanya pada bengong dgn aksi teatrikal neno

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

ada satu lagi kejadian lucu saat saksi ahli bahasa dari pihak Pelapor diminta komentar dia hanya berkata : CINTAILAH BAHASA INDONESIA

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Tertawalah semua peserta disitu.. walau dia di pihak pelapor mungkin dia sendiri sebenarnya sdh eneg lihat pelapor makanya dia jawab itu

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Nanti lanjut lagi yah…ceritanya masih seru kok..😊 dijamin masih banyak yg lom diketahui publik .. kalo masih minat rituit 1000 dong 🤗

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Lanjut yah… kita mulai lagi sinetwitnya, tapi sebelumnya gue revisi lagi.. yg membawa alkitab bukan neno warisman tetapi Irena handono 😁

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Bagaimana dengan saksi2 ahli dan fakta dari pihak terlapor? Mereka kalem dan datar dalam memberikan keterangan…tanpa emosi

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Yang menarik adalah saksi ahli Prof Indriyanto Seno Aji (Ahli Pidana) : 1. RI blm ada aturan ttg agama terutama soal kenyamanan beragama

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

2. Pasal 156a KUHP itu hanya perluasan pasal 156 tentang kebencian, penyalahgunaan maupun penodaan sevara umum

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

3. Yg dimaksud penodaan itu bentuk ucapan atau perbuatan kasar dan tidak sopan 4. Perbedaan pendapat mengenai agama dibenarkan

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Ada sedikit kelemahan dari saksi ahli pihak terlapor keterangan mereka tidak to the point walau jika dipahami lg nyatakan ahok tdk salah

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Berbeda dengan pihak pelapor walau pandangan mereka masih berupa penafsiran (suka2 gue) ujungnya tetap keras Ahok salah dan Tangkap 😋

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Gelar perkara yang menghadirkan saksi2 berakhir pukul 17.00.. dilanjutkan dengan gelar perkara internal polri yg berakhir pukul 01.00 malam

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Walau tidak bulat saat voting, Hasilnya adalah @basuki_btp ditetapkan sebagai Tersangka dengan 2 pasal 156a KUHP dan pasal 27 UU ITE

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Sebenarnya dgn penetapan tersangka ini polri tdk mengikuti prosedur karena menetapkan tersangka tanpa ada Sprindik terlebih dahulu

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Inilah awal dari proses hukum ahok yang dipaksakan dan terburu2 sehingga banyak sekali keajaiban2 proses penegakan hukum di kasus ini

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Polri Seperti memegang bola panas dikasus ahok makanya harus cepat diselesaikan dialihkan bola panas ini ke instansi lain

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Seminggu kemudian pada tgl 23 november @basuki_btp diperiksa utk pertama kali sebagai tersangka di mabes polri

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Esoknya berkas @basuki_btp sudah lengkap ( P19 ) dan tgl 25 november berkas ini diserahkan ke kejaksaan, tdk ada proses penelitian bukti2

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Berkas kasus Ahok ini ada 800 halaman, bayangkan jika harus dibaca dan diteliti membutuhkan waktu beberapa hari seharusnya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

“Bola Panas” kasus ahok ini sdh ditangan kejaksaan dan sama seperti di polri berkas2 inipun kemungkinan besar tidak diteliti mereka jg

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Biasanya kejaksaan membutuhkan waktu 14 hari kerja utk menyatakan berkas sebuah perkara lengkap (P21) dikasus ahok mereka lakukan 3-4 hari

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Proses kilat bola panas kasus ahok ini pun mendapat kritikan dari Hendardi ketua Setara Intitute yang katakan Kejaksaan hanya Tukang Pos

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Berkas ahok turun dari kejakgung, Kejati hingga Kejari jakut hanya 3 hari jd P21 dan dalam waktu 2 jam saja dilempar ke pengadilan

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Hendardi mengatakan ahok dizolimi penegak hukum, proses hukum ini unfair trial, tidak ada yg dibaca oleh mereka beda dgn kasus2 HAM berat

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Otto Hasibuan juga berpendapat walau tidak ada yang salah dgn percepatan kasus ahok ini namun inilah proses yg blm pernah terjadi di NKRI

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Kasus penistaan agama ini tidak bisa dihindari jika bernuansa politis dipastikan ini hanyalah permainan Pilgub DKI 2017

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Tgl 30 Nov kejaksaan menyatakan berkas penyidikan lengkap.. berkas tanpa babibu lgs dikirim ke PN jakut, hakim juga sdh ditetapkan 😁

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

1 desember PN jakut menyatakan sidang pertama akan dilakukan tgl 13 des 2016.. sementara itu kelompok lawan mulai gelisah ahok tdk ditahan

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Gue menduga percepatan proses hukum ahok ini ada kaitannya dengan rencana demo besar2an rizieq dkk tgl 2 desember (212)

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Selepas gelar perkara, spt gue sebutkan rizieq dkk merasa diatas angin..kesimpulan awalnya mereka, penegak hukum akan melindungi ahok

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Maka direncanakan lah demo 212, apalg cukong2nya sdh mulai banyak yg biayai demo.. target tetap paksa ahok tidak ikut pilkada DKI

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Jadi dengan menyelesaikan kasus ahok yg cepat ini otomatis akan menggugurkan tuntutan hukum dulu kalo ahok sdh TSK dan akan diadili

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Demo 212 akan kekurangan makna karena tuntutan ahok diproses hukum selesai, tapi utk soal tuntutan politik yah tidak akan bisa, ahok tegas

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Karena itu Demo 212 pun dibelokkan menjadi demo penggulingan jokowi dengan cara menguasai gedung DPR .. dan syukur sdh dicium polisi

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Nama2 yang ditangkap oleh polri bikin gue ketawa, karena tdk ada 2 minions kayanya mereka sdh tau akan ada penangkapan di 212 itu

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Duo minions ini cerdik kayanya sdh dapat “bocoran” gak dibagi2 ~>Fahri Hamzah dan Fadli Zon Tak Akan Ikut Aksi 212 m.cnnindonesia.com/politik/201612…

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Hahaha makanya diawal gue bilang mengapa aksi demo2 411 dan 212 yang ambil untung gede paslonnya 2 minions ini? Padahal mrk cuma modal nafas

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Itulah bukti kehebatan dan pentingnya menguasai informasi, 2 minions ini tahu kapan harus maju dan mundur dengan dana yg sangat terbatas

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Walhasil 8 orang yang apes akhirnya diamankan polri terkait tudingan makar krn mereka ini yg akan turun ke lapangan utk menguasai DPR

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Aksi demo 212 berjalan lancar panggung mereka “diambil” oleh jokowi dengan ikut sholat jumat berjamaah.. rizieq tetap teriak Tangkap Ahok

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Besok gue akan memulai #sinetwit fakta2 persidangan…apa isi BAP saksi2 pelapor hasil tanpa pemeriksaan dari penegak hukum

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Mulai lagi yah.. siap2 pantengin Gadgetnya.. hari ini gue akan buka kejanggalan2 fakta persidangan.. kan gak live di TV2 😁

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Berkas dakwaan kepada ahok dibacakan oleh 13 orang jaksa didepan 5 hakim, sementara @basuki_btp diperkuat oleh tim pengacara sebanyak 80 org

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Ada yang menarik dari komposisi hakim sebanyak 5 orang (biasanya 3 orang) agar jika terjadi voting maka jika ada pihak2 yg mau “bayar” –

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

-hakim maka mereka jauh lebih sulit karena komposisi kemenangan harus 3:2 bandingkan jika hanya 3 hakim cukup pengaruhi 2 orang 👏👏

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Persidangan perdana dimulai tgl 13 Desember 2016, jaksa mendakwa @basuki_btp pasal 156 dan 156a dgn ancaman hukum selama2nya 5 tahun penjara

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

@basuki_btp tidak dijerat UU ITE krn bedasarkan fakta tdk ada yg salah dengan unggahan di yutub, berbeda dengan hasil Gelar Perkara sblmnya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Jeratan UU ITE justru dikenakan kpd buni yani orang yang pertama melakukan fitnah dan provokasi hasil Caption dia yg katanya “SALAH DENGAR”

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Hingga hari ini buni yani msh teriak2 kalo dia merasa dizolimi,dia bilang salah dengar lalu ditulis bkn sebuah kesalahan aplg gak pake Maaf

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Setelah jaksa membacakan dakwaan, dilanjutkan dengan pembacaan eksepsi dari @basuki_btp, beliau minta kalo dia sendiri yg bacakan

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Disinilah kejadian “monumental” terjadi, @basuki_btp menangis saat membacakan eksepsinya.. inilah tangisan kedua ahok setelah bapaknya wafat

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Secara kebetulan tanggal 13 desember bersamaan dengan tanggal meninggalnya ayah ahok tepatnya tanggal 13 Desember 1997…

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saat ahok membacakan eksepsi tersebut beliau seperti melihat sosok bapaknya (Chung Kim Nam) hadir di depan dia..sangat spontan dan tiba2

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Ayahanda @basuki_btp seperti mengingatkan n menguatkan kpd ahok agar semua nasehat dia saat kecil bisa dijalankan disaat kejadian skr

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Kisah berburu macan di Hutan bersama saudara kandung.. hingga nasehat agar jangan menyerah sedikitpun jika hendak menolong orang susah

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Tangisan @basuki_btp terjadi saat dia bacakan kedekatan dgn orang tua angkatnya di jakarta yg juga sahabat baik bapaknya (ahok dititipkan)

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Sebuah peristiwa yang sangat langka, jika mengingat ahok seringkali di fitnah dan dizolimi setelah bapaknya wafat dia tudak pernah nangis

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Penasehat hukum @basuki_btp beranggapan dakwaan jaksa keliru tidak ada 1 bukti yg bisa mengarahkan penistaan agama.. ini murni soal pilkada

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Selain soal kedekatan buni yani dengan paslon anies sandi, penasehat hukum @basuki_btp menganggap targetnya jelas agar ahok mundur pilkada

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Tgl 20 desember JPU memberikan tanggapan atas eksepsi penasehat hukum @basuki_btp dan 27 des Hakim membuat putusan sela sidang dilanjutkan

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Salah satu putusan hakim adalah persidangan pemeriksaan saksi2 dilakukan tertutup, tidak boleh direkam kamera ..

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Sidang pertama pemeriksaan saksi2 dimulai tgl 3 januari ..karena tertutup maka gue akan ilustrasikan kejadian2 aneh nya saja dari pelapor

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

1. Habib Novel Chaidir Hasan, sekretaris dewan syuro DPD FPI DKI jakarta adalah saksi pelapor pertama yg diperiksa hakim,

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Nama depan Habib nya itu bukan gelar yah tapi nama yang tertera dalam KTP nya sejak dia lahir..😊 kita bandingkan Laporan Polisi dan BAPnya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Di Laporan Polisi (LP) habib novel katakan waktu kejadian tgl 5 oktober, di BAP dia tulis tgl 6 Oktober,buktinya hanya berupa whatsapp teman

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Jadi menurut habib novel dia melaporkan ahok hanya berdasarkan pesan WA dari H. Firdaus dan Nurhayati, tanpa melihat lg tanggal kejadiannya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Jadi saat ditanya kapan kejadian @basuki_btp berbicara almaidah 51? Menurut habib novel tgl 5 oktober krn dalam LP nya tertulis demikian 😁

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Berikutnya dlm LP habib novel melaporkan @basuki_btp dengan kalimat: biar bapak/ibu tidak usah pilih saya dibohongi DENGAN surat Almaidah 51

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Pernyataan didalam LP ini dikoreksi lagi oleh habib novel di BAPnya mengganti kata DENGAN menjadi PAKAI surat almaidah 51..

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Habib novel menyerahkan bukti rekaman video pulau pramuka di BAPnya hanya yg berdurasi 29 detik.. dari total 1 jam 48 menit versi fullnya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Maka tidak heran habib novel menciptakan kalimat karangan di dlm LP nya : “Perasaan Nggak Bisa karena saya takut masuk neraka dibodohin gitu

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saat pemeriksaan riwayat hidup habib hasan mencoba mengaburkan pekerjaannya dengan menulis thn 1992 -1995 bekerja di FITSA HATS (pizza hut)

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Mengapa dia mencoba mengaburkan pekerjaan di pizza hut karena pemilik resto ini adalah orang USA artinya dulu dia pernah dipimpin “kafir” 😁

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Jika tdk dikaburkan menjadi FITSA HATS maka pendapat dia kalo dipimpin pemimpin kafir akan bermasalah akan sirna.. dia sdh 3 tahun merasakan

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Penyidik polisi sdh memberikan habib novel kesempatan utk membaca ulang BAP nya dan dia setuju kalo itu benar FITSA HATS , bukan kecerobohan

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

BAP 1 no 4 habib novel katakan Sudah bertabayun dengan para ulama sebelum melaporkan ahok? Aneh.. tabayun nya kenapa bukan ke Ahok lgs? 😩

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dalam BAP 1 no 11 habib katakan yg memotong rekaman video : Agus Oto, sementara di BAP 2 no 5 dia berubah bilang rekaman didpt sdh terpotong

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dan yang terakhir keanehan dari habib novel di BAP 1 no 13 pelaporannya atas kehendak Umat Islam se Indonesia ( mengklaim tanpa ada bukti)

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

😁 nanti dilanjutin lagi yah..skr family time dulu.. jadi kepengen makan fitsa hats .. tetap pantengin #sinetwit kisah hukumnya @basuki_btp

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Lanjut lagi yah sinetwit nya…..✌ sdh semakin dekat neh dengan pembacaan tuntutan jaksa…

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saksi pelapor kedua adalah Gus Joy sebagai Tim Advokasi Rakyat yg beralamat di Cipinang Muara

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Ssma dengan keanehan habib novel di LP ditulis “dibohongi dengan surat” sementara di dalam BAP nya berubah menjadi “Dibohongi pakai Surat”

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

LP:”perasaan Nggak bisa karena saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya ya” BAP:”perasaan tidak usah pilih nich, takut api neraka,dibodohi

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Darimana sumber kalimat yg disampaikan gus joy dalam LP, dalam BAP no 7 dia sebutkan dari berita di detiknews.com sbg alat bukti

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Riwayat pendidikan gus joy gak jelas pdhl dalam BAP yg sama: hal 1 tertulis pendidikan terakhir S1 Hukum, di BAP no 3: FISIP univ Jember😁

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saksi 3 : Habib Muchsin : perbedaan LP dan BAP nya ucapan @basuki_btp sama dengan habib novel dan gus joy soal kata “dengan” dan “pakai”

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Keanehan lainnya BAP no 6: saya banyak mendapat telpon dan sms dari masy kep seribu yg beritahukan @basuki_btp lakukan penistaan alMaidah 51

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saat ditanya dalam BAP no.7 mana SMS nya: dijawab oleh habib muchsin SMS dari masyarakat kep Seribu sudah saya Hapus 🤣🤣

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

BAP no 8: masyarakat kep seribu intinya : saudara @basuki_btp bicara bahwa umat islam telah dibohongi oleh surat almaidah 51 dan jgn mau..

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

..Dibohongi oleh ulama & tidak akan masuk surga, BAP no 9 : siapa yg hub anda? Saya tdk ingat siapa yg menelpon, saya tidak simpan nomornya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Faktanya: @basuki_btp tdk pernah bicara seperti yang habib muchsin tuliskan di BAP, kemungkinan info sms yg dia dapat dari Mama Minta Pulsa

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

BAP no 12 : setelah kami menonton kegiatan ahok tsb saya sangat marah karena menghina AlQuran, Faktanya Pelapor menyimpulkan sendiri hal tsb

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

BAP no 19: Kami (FPI) bersama 39 ormas dan seluruh umat islam “Sedunia” khususnya Indonesia sangat tersinggung dgn ucapan Ahok di kep seribu

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Faktanya : Saksi tidak bisa membuktikannya mengatasnamakan muslim seluruh dunia .. sementara di Indonesia pun tidak ..

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saksi 4 Muh Burhanudin SH, Pengacara melapor atas nama pribadi sebagai seorang muslim beralamat di cilandak

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Deskripsi LP dan BAP nya sama persis dengan 3 saksi sebelumnya soal ucapan @basuki_btp di kepulauan seribu .. nanti dapat kita simpulkan lg

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Di BAP no 4: dapat beritanya dari media online saat diskusi di Phoenam sementara di BAP no 5 berubah diberitahu Arman Sewang saat di Phoenam

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

BAP no 6 : bukti yg diserahkan 1 bundel transkip salinan & flashdisk rekaman yutub yg diupload pemp DKI. Dipersidangan transkipnya gak ada

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Lucunya di BAP no 7 : yg dijadikan dasar laporan adalah berita online khazanah.republika.co.id Berita online ini dijadikan bukti pengadilan

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

4 orang saksi pelapor ini ditenggarai dari 1 sumber karena jika melihat LP nya banyak kesamaan soal pidato ahok termasuk tanggal pelaporan

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Tgl pelaporan Habib Novel tgl 6 oktober sedangkan gus joy, muh Burhanudin dan habib muchsin tgl 7 oktober kesemuanya di bareskrim polri

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

4 orang ini mempunyai 4 kesimpulan pelaporan yg sama 100% tulisannya yaitu : “Kutipan Ayat suci Alquran tidak sepantasnya dikatakan oleh ..

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

.. terlapor @basuki_btp karena terlapor adalah seorang Non Muslim yang tersebar melalui media sosial Youtube” Satu tukang ketiknya 😁

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Boleh lah pake sistem borongan gitu…1 ormas mengerahkan 4 orang utk buat laporan polisi…tinggal merubah data diri pelapor aja

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saksi ke 5 : Syamsu Hilal Dalam BAP no 6 menyebutkan kejadian kep seribu tanggal 28 sept. ini sdh salah besar karena kejadian tgl 27 sept

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Bahwa pada sekitar tanggal 28 september 2016, pada saat acara pertemuan sdr. @basuki_btp alias Ahok selaku gubernur DKI jakarta…. 😩

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

BAP no 10 : .. saya ke warung internet di daerah kembangan utara Faktanya : pelapor tinggal di kedoya utara katanya disana tidak ada warnet

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Setelah ditelusuri sepanjang jalan kedoya raya banyak sekali warung internet.. Apa kemungkinan ini salah waze atau google maps? 😅

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

BAP no 17: bukti yg saya miliki dari youtube dgn judul “Video resmi Pemprov DKI” namun tik bisa dibuka Pd tgl tsb video tsb msh bisa dibuka

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saksi ke 6 : Iman Sudirman dari Kabupaten Buol dalam LP disebutkan sbg ketua HMI cabang Palu Sulawesi sementara di BAP berubah WIRASWASTA

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

LP : pelapor menyebutkan waktu kejadian pidato ahok tgl 6 okt BAP no 6 : pelapor merevisi waktu kejadian tgl 8 Okt 🤣salah semua tgl nya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

BAP hal 1 tertera dibuat jumat 18 nov 2016 pukul 20.00 di Palu, namun ditandatangani diatas kop bareskrim polri di Jakarta..

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Padahal nama penerima laporan dan penyidik sama yaitu : I kadek sukardiartha dari kantor polda sulawesi tengah..ini keanehannya ..

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Jawaban pelapor iman sudirman & pelapor syamsu hilal sama persis, mereka di BAP di bareskrim tgl 17 nov jam, saksi di BAP di Palu tgl 18 nov

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Apa mungkin minta tanda tangan dan stempel dulu di bareskrim jakarta lalu baru ditulis BAP nya besoknya di palu? Ini misteri gunung merapi

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Fenomena sdh Copas (redaksi BAPnya sama) tapi salah semua : syamsu hilal bilang kejadian tgl 28 sept sementara Iman tulis tgl 8 oktober ..

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Masih ada beberapa keanehan saksi pelapor yah.. nanti kita bahas… semoga bisa selesai di episode terakhir ✌✌👏👏👏

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Mau dilanjut lagi gak sinetwitnya? 😊😊.. semoga ini episode terakhir …

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saksi no 7 Muh. Asroi Saputra didalam LP mengaku sebagai Wiraswasta tapi di BAP mengaku sbg PNS, saat ditanya di persidangan dia bilang PNS

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saat ditanya kalo PNS apa sdh ijin atasan? Dia bilang kalo dia ikut demo dan pelaporan dia sdh ijin via telpon ke atasannya 👏👏

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dalam BAP no 2 yang menjadi korban= Pelapor sendiri, sementara di BAP no 4 dia bilang seluruh umat muslim sedunia (tdk ada bukti perwakilan)

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Didalam LP dia sebutkan ucapan Ahok : Jangan Mau dibodohi Surat Al maidah 51 sementara di BAP berubah dibohongin pakai surat almaidah 51

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

BAP no 4 saksi katakan ada Berita Acara Penyumpahan sbg pelapor, sementara di persidangan dia bilang gak pernah hanya tanda tangan saja BAP

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saksi ke 8 Pedri Kasman, mengaku mewakili umat islam tanpa ada penjelasan umat islam yang mana? Di LP hanya menulis kejadian thn 2016

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dalam LP menuliskan Jangan Mau Dibodohi OLEH ayat suci alquran surat Almaidah 51, di BAP berubah lagi ..dibohongi pake surat Almaidah 51

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

BAP no 9 mengaku pertama kali melihat dari WA grup tapi sekarang WA grup itu sudah tidak ada di HP nya 😩😩

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saksi ke 9 Hj. Irena Handono, satu2nya wanita dan mengaku mualaf, di LP dia tulis waktu kejadian SEJAK tgl 27 sept 2016 Sampai Sekarang ..

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Di BAP dia ubah menjadi tanggal 27 september, di LP mewakili umat muslim sedunia sementara di BAP no 5 mewakili umat muslim indonesia

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Pendidikan irena di LP ditulis gak ada sementara di BAP ditulis pendidikan terakhir D3- Institut Filsafat Theologi di Bandung thn 1975

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dari hasil penelusuran ke kampus tersebut diperoleh fakta bahwa irena tidak sampai lulus di institut tsb.. mungkin D3 = Dorong Dorong Dus

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Bukti yang diserahkan 1 bundel list nama pelapor penistaan agama, fakta yg ada isinya hanya Fc KTP tanpa ada tandatangan dari nama2 tsb

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saksi ke 10 : H. Willyuddin Abdul Rasyid Dhani, koordinator aksi 212 dan sekjen FUI kota bogor, di LP waktu kejadian ditulis tgl 6 sept 2016

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Adapun tempat kejadian ahok berpidato dalam LP disebutkan di daerah TEGALLEGA BOGOR 🤣, ini ahok yang mana lagi ? Kok sempat2nya ke bogor

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saat dikonfrontir dgn polisi yg membuat laporannya, polisi tetap berpegang pada LP yg dibuat dan nyatakan itulah hasil omongan sesungguhnya

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dalam persidangan saksi katakan datang berdua saat pembuatan LP namun dibantah polisi yg katakan ber 4 sambil mengancam akan kerahkan massa

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saksi pelapor yang terakhir 11 H. Ibnu Baskoro MBA, di LP mengatakan mengetahui kasus ahok ini dari Youtube sementara di BAP ada 2 versi

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

BAP no 4 dengar berita di media online baru diskusi di Phoenam sementara BAP no 5 diberitahu Arman Sewang saat di Phoenam, Gak matching neh

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Saksi yang diajukan sama dengan yg diajukan habib muchsin yaitu : Aziz Yanuar Prihatin SH, MH, MM, dari Pushami dgn pendirinya Rizieq Shihab

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Bukti yg diserahkan di LP 1 bundel dan 1 keping CD, di BAP 1 transkip salinan dan flashdisk rekaman yutub,dan 1 berita online dari republika

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Dalam fakta persidangan bukti2 itu tdk ada hanya menyerahkan 1 berita online dari khazanah.republika.co.id

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Didalam LP beliau katakan tahu pidato ahok tgl 28 sept sedangkan di BAP tgl 6 oktober saat sedang kumpul dgn teman menyampaikan soal youtube

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Di LP saksi katakan minta tolong kpd aziz yanuar utk mencari kebenaran video tsbdi kantor pushami, di BAP no 9 berubah cari dirumah sendiri

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Demikianlah keanehan 11 saksi pelapor di kasus ahok, sebenarnya ada 12 namun sot yg gue bilang beliau keburu wafat.. BAP nya hanya dibacakan

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Semua saksi pelapor dipastikan tidak ada satupun yang ada di lokasi TKP kepulauan seribu, semua berdasarkan bukti2 yg tidak akurat

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Gue gak akan memberikan satu kesimpulan atas fakta2 di kasus hukum ahok ini… kalian yang tentukan dgn menyimak semua fakta2 yg gue tulis

Rudi Valinka #AManCalledAhok movie @kurawa

Kasus penistaan agama yg dituduhkan ke ahok adalah ujian besar bagi negeri ini utk lulus menjadi bangsa berbhineka tunggal ika yang hebat

Kronologi Kasus Dugaan Penistaan Agama

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kanan) didampingi calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat (tengah) dan tim pemenangannya memberikan keterangan terkait penetapan Ahok sebagai tersangka di Rumah Lembang, Jakarta, Rabu (16/11). Ahok ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penistaan agama. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kanan) didampingi calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat (tengah) dan tim pemenangannya memberikan keterangan terkait penetapan Ahok sebagai tersangka di Rumah Lembang, Jakarta, Rabu (16/11). Ahok ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penistaan agama. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

Berawal dari pernyataan Ahok yang disertai dengan kutipan surat Al Maidah ayat 51, kini Ahok ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penistaan agama.

tirto.id – Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok resmi ditetapkan sebagai tersangka, terkait dugaan penistaan agama. Peristiwa dugaan penistaan agama ini bermula saat Ahok melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu pada Selasa, 27 September 2016. Saat berpidato di hadapan warga, Ahok menyatakan tidak memaksa warga untuk memilih dirinya pada Pilkada 2017. Pernyataan itu disertai kutipan surat Al Maidah ayat 51 yang menuai reaksi publik.

Pada Kamis, 6 Oktober 2016, video Ahok yang menyebut surat Al Maidah ayat 51 itu viral di media sosial lewat jejaring facebook milik Buni Yani. Video ini lantas memicu kemarahan sebagian besar umat Islam.

Pada 7 Oktober 2016, Ahok dilaporkan oleh Habib Novel Chaidir Hasan yang berprofesi sebagai alim ulama, sebagaimana Laporan Polisi Nomor LP/1010/X/2016 Bareskrim. Ahok dilaporkan karena diduga melakukan tindak pidana penghinaan agama.

Setelah menjadi sorotan, pada Senin, 10 Oktober 2016, Ahok meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Ahok menyatakan tidak bermaksud menyinggung umat Islam. Nyatanya pernyataan Ahok terkait dugaan penistaan agama masih memantik reaksi, demonstrasi pun pecah di depan balai kota DKI Jakarta pada Jumat, 14 Oktober 2016.

Ahok pun mendatangi Bareskrim Mabes Polri pada Senin, 24 Oktober 2016 untuk memberi klarifikasi terkait pernyataannya di Kepulauan Seribu. Namun, kekecewaan publik atas dugaan penistaan agama tersebut nyatanya tak terbendung lagi. Jumat, 4 November 2016, massa dari berbagai daerah memadati sejumlah titik di jantung ibukota termasuk di kawasan ring 1 Istana Negara.

Atas nama kebebasan demokrasi, massa turun ke jalan menuntut proses hukum Ahok atas dugaan penistaan agama segera dituntaskan. Pintu Istana akhirnya terbuka, Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka dialog dengan perwakilan demonstran. Kata sepakat pun tercapai. Pemerintah menjanjikan proses hukum Ahok akan dilakukan dengan cepat dan transparan.

Ahok, terlapor dugaan penistaan agama pun memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Mabes Polri, Senin, 7 November 2016. Proses penyelidikan terkait dugaan penistaan agama tersebut ditangani langsung oleh Kepolisian Republik Indonesia. Beberapa saksi ahli dihadirkan untuk memeriksa apakah dugaan penistaan, benar dilakukan oleh sang terlapor. Proses hukum berjalan sesuai dengan konstruksinya.

Setidaknya sudah 22 saksi yang telah diperiksa, terdiri dari 10 saksi ahli dari tiga bidang yaitu ahli bahasa dari UGM, ahli agama dari MUI dan ahli hukum pidana dari UI dan Universitas Islam Indonesia. 12 saksi lain adalah pegawai pemerintah provinsi DKI Jakarta, warga Kepulauan Seribu dan Staf Ahok.

Bareskrim Polri pun langsung melakukan gelar perkara secara terbuka pada Selasa, 15 November 2016. Meski awalnya terbuka, gelar perkara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu berlangsung tertutup. Gelar perkara ini dihadiri kelompok pelapor dan kelompok terlapor. Dari pelapor hadir sejumlah saksi ahli, termasuk di antaranya pemimpin FPI Rizieq Shihab.

Kemudian pada Rabu, 16 November 2016, Ahok resmi ditetapkan sebagai tersangka. Baca juga artikel terkait GELAR PERKARA AHOK atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora (tirto.id – Hukum) Reporter: Yantina Debora

Sumber: https://tirto.id/kronologi-kasus-dugaan-penistaan-agama-b457.

Rabu, 16 November 2016

Kronologi Ditetapkannya Ahok Sebagai Tersangka oleh Polri

Ahok diduga menghina Islam pada kunjungan kerjanya ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.
ANT/YOZ

Bareskrim Polri resmi menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Ahok dijerat dengan Pasal 156 a KUHP Jo Pasal 28 Ayat 4 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto merilis urutan hasil kegiatan penyelidikan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T. Purnama alias Ahok.

“Dalam rangka menyampaikan hasil progress yang meliputi langkah-langkah yang dilakukan penyidik seperti menerima laporan, pemeriksaan saksi, pemeriksaan para (saksi) ahli, (pemeriksaan) terlapor. Oleh karena itu, saya sampaikan penanganan perkara tersebut,” kata Komjen Ari Dono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/11).

Polri telah menerima 14 laporan polisi terkait kasus dugaan penistaan agama yakni Quran surat Al Maidah ayat 51 yang dilakukan Ahok. Empat belas laporan tersebut diterima polisi pada rentang waktu 6, 7, 9 dan 12 Oktober. (Baca Juga: Tak Terima Disebut ‘Pengacara’ Ahok, Junimart: Jangan Asal Melapor ke MKD)

Ahok diduga menghina Islam pada kunjungan kerjanya ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Atas kasus itu, Polri mulai 10 Oktober 2016 melakukan langkah-langkah seperti memeriksa barang bukti video digital secara laboratoris dan disimpulkan bahwa video yang diserahkan pelapor dalam keadaan asli. “Tidak terdapat tindakan editing, baik mengurangi atau memasukkan frame baru,” katanya.

Selanjutnya, Polri memeriksa 29 orang saksi baik dari pelapor maupun terlapor dan pihak-pihak lainnya yang memiliki informasi yang relevan atas kasus ini. Polri juga mewawancara 39 orang ahli dari tujuh bidang keahlian yakni ahli hukum pidana, ahli bahasa Indonesia, ahli agama, ahli psikologi, ahli antropologi, ahli digital forensik dan ahli legal drafting.

“Para ahli merupakan ahli yang diajukan pelapor, terlapor maupun ahli yang ditunjuk oleh penyidik Bareskrim,” ujarnya.

Selanjutnya pada Selasa (15/11), dilakukan gelar perkara penyelidikan di Gedung Rupatama Mabes Polri yang dimulai pada pukul 09.30 – 18.00 WIB. (Baca Juga: Berlaga Bak ‘Pengacara’ Ahok, 4 Anggota DPR Dilaporkan ke MKD)

Gelar perkara dipimpin oleh Kabareskrim dengan didampingi Kepala STIK Irjen Pol Sigit Trihadriyanto, Staf Ahli Kapolri Bidang Manajemen, dengan diawasi oleh pengawas internal meliputi Irwasum Polri, Divpropam Polri, Divkum Polri, Baintelkam, serta pengawas eksternal yakni Kompolnas dan Ombudsman RI.

Ahok sebagai terlapor tidak menghadiri gelar perkara karena berbenturan dengan jadwal kampanye. Gelar perkara tersebut dihadiri oleh lima orang pihak pelapor, seorang perwakilan dari tim kuasa hukum terlapor, enam saksi ahli dari pelapor, enam saksi ahli dari terlapor dan enam saksi ahli yang ditunjuk penyidik Bareskrim.

Menurutnya, dalam gelar perkara tersebut, terjadi perbedaan pendapat yang sangat tajam di kalangan ahli terkait ada tidaknya unsur niat untuk menista/menodai agama. “Ini juga yang mengakibatkan terjadinya perbedaan pendapat antara tim penyidik yang berjumlah 27 orang,” imbuhnya. (Baca Juga: 24 Advokat Ini Siap Bela Ahok)

Akhirnya diperoleh kesepakatan bahwa perkara harus diselesaikan di peradilan terbuka. “Konsekwensinya, proses penyelidikan ini akan ditingkatkan ke (tahap) penyidikan dengan menetapkan Saudara Basuki T. Purnama alias Ahok sebagai tersangka dan dilakukan pencegahan agar tidak meninggalkan wilayah RI,” paparnya.

Kabareskrim menambahkan, mulai Rabu, pihaknya akan menerbitkan surat perintah penyidikan dan selanjutnya tim penyidik akan melakukan penyidikan dan meneruskan perkara ini ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) secepatnya.

Tidak Ditahan
Polisi tidak melakukan penahanan terhadap Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T. Purnama alias Ahok, menyusul ditetapkannya Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan hal itu karena tidak semua penyidik setuju bahwa dalam kasus Ahok terdapat unsur pidana. (Baca Juga: Ini yang Akan Dilakukan MUI Bila Ahok Tak Jadi Tersangka)

“Penahanan itu harus (memenuhi) dua syarat objektif bahwa di kalangan penyidik harus ada pendapat mutlak kalau itu unsur tindak pidana. Dalam gelar perkara kemarin, jelas ada perbedaan pendapat. Karena unsur obyektif yang menyatakan pidana tidak mutlak, maka tidak dilakukan penahanan,” kata Jenderal Tito.

Alasan kedua, penahanan tidak dilakukan karena pihak Bareskrim menganggap Ahok cukup kooperatif. “Kabareskrim sebut yang bersangkutan kooperatif, mau datang mengklarifikasi,” ujarnya.

Selain itu, Ahok yang saat ini sedang maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta juga memperkecil kemungkinan yang bersangkutan untuk melarikan diri. Tito juga meminta semua pihak untuk tidak risau terhadap kemungkinan Ahok menghilangkan barang bukti. Pasalnya, polisi telah mengamankan seluruh alat bukti dalam kasus ini.

Kronologi Kasus Ahok: Dari Penodaan ke Pernyataan Permusuhan

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170509062010-15-213306/kronologi-kasus-ahok-dari-penodaan-ke-pernyataan-permusuhan

Kasus penistaan agama oleh Ahok hingga dibui 2 tahun

Sabtu, 30 Desember 2017 06:00Reporter : Dedi Rahmadi
Kasus penistaan agama oleh Ahok hingga dibui 2 tahun
Ahok. ©2017 Merdeka.com
Merdeka.com – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) divonis dua tahun penjara atas kasus penistaan agama, Selasa (9/5) lalu. Kini Ahok masih mendekam di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Kasus yang menyeret Ahok bermula ketika mantan politikus Golkar dan Gerindra ini melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu, Jakarta, pada 27 September 2016 lalu. Di sana, dia menggelar dialog dengan masyarakat setempat, sekaligus menebar 4.000 benih ikan.

Dalam video resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Youtube, Ahok meminta warga tidak khawatir terhadap kebijakan yang diambil pemerintahannya jika dia tak terpilih kembali. Namun, dia menyisipkan Surah Al Maidah ayat 51.

Rupanya, kalimat yang disampaikannya menuai polemik. Semua media online bernama MediaNKRI menyebarkan video tersebut melalui media sosial. Hal itu juga memantik perhatian seorang dosen, Buni Yani.

Buni lantas men-download video tersebut, menerjemahkannya dan mengunggahnya kembali lewat akun Facebook miliknya. Unggahan Budi Yani lantas menjadi viral dan dia jadi tersangka memantik permusuhan bernuansa suku, agama, dan ras.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan video Ahok yang menyinggung surah Al-Maidah 51 saat berbicara di Pulau Seribu adalah penistaan agama. Setelah melakukan kajian, MUI menyebut ucapan Ahok memiliki konsekuensi hukum.

Fatwa MUI itu membuat sejumlah umat Muslim juga melaporkan Ahok ke polisi. Mereka menganggap Ahok telah melakukan penistaan agama melalui kata-katanya. Salah satunya Front Pembela Islam (FPI).

Di bawah kepemimpinan Muhammad Rizieq Syihab, FPI menjadi garda terdepan untuk meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Mereka menggelar demo di depan Balai Kota DKI Jakarta pada 14 Oktober 2016 lalu. Merasa tidak ditanggapi, mereka lantas mengumumkan akan menggelar Demo lanjutan, aksi ini diberi nama Demo Bela Islam jilid II, yang digelar 4 November 2016 lalu.

Demo pun digelar, masyarakat memenuhi jalan protokol di pusat pemerintahan. Seputar jalan Medan Merdeka, hingga MH Thamrin dipenuhi lautan manusia.

Para pendemo mendesak agar Presiden Jokowi hadir dan menemui mereka, namun hingga malam permintaan itu tak dipenuhi. Sayangnya, aksi damai yang berlangsung pada siang harinya dirusak dengan kericuhan di depan Istana. Polisidan pendemo terlibat bentrokan fisik, mulai dari lemparan batu, botol hingga dibalas dengan tembakan gas air mata.

Melihat aksi mulai berlangsung anarkis, Jokowi kembali ke Istana jelang tengah malam. Dia menggelar rapat terbatas secara mendadak. Lewat tengah malam, dia meminta rakyat agar tenang dan tetap beraktivitas.

Di hari yang sama, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengumumkan gelar perkara akan dilakukan secara terbuka. Kebijakan itu diambil berdasarkan permintaan Jokowi. Gelar perkara pun dilaksanakan Selasa (15/11). Semua pihak dipanggil, termasuk anggota DPR. Dimulai pukul 09.15 WIB, gelar perkara resmi ditutup pukul 20.30 WIB.

Esok harinya, Bareskrim Polri meningkatkan status kasus dugaan penistaan agama dari penyelidikan menjadi penyidikan. Penyidik juga menetapkan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka.

Kehebohan kasus Ahok tak sampai di situ. Usai ditetapkan sebagai tersangka, sejumlah eleman masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) mendesak kasus Ahok segera disidangkan.

Aksi ini berlanjut dengan Aksi Bela Islam Jilid 2 yang digelar 2 Desember 2017 atau disebut 212. Inilah aksi terbesar selama ini dengan pengikut mencapai jutaan orang. Demo berikutnya masih digelar hingga Aksi 505 yang digelar Sabtu, (5/5) kemarin.

Kasus dugaan penistaan agama ini membuat perolehan suara Ahok- Djarot amblas. Pada putaran kedua, Anies Baswedan- Sandiaga Uno berhasil memenangkan Pilkada DKI Jakarta.

Sidang kasus Ahok berlangsung lebih dari 20 kali. Mengundang berbagai macam ahli, mulai ahli komunikasi sampai ahli agama.

Pada sidang ke-21 yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto. Ahok divonis lebih berat dari tuntutan. Dalam penuntutan, Ahok dituntut jaksa satu tahun penjara dengan dua tahun percobaan.

“Terbukti secara sah melakukan tindak pidana penodaan agama, penjara 2 tahun,” kata Dwiarso, Selasa (9/5).

Ahok sempat menyatakan akan banding, namun urung dilakukan. Ahok malah menyatakan mundur dari jabatan Gubernur DKI. Permohonan pengunduran diri tersebut telah ditandatangani mantan Bupati Belitung Timur itu tertanggal 23 Mei 2017.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono mengatakan, Basuki atau akrab disapa Ahok itu langsung mengirimkan surat pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo.

“Sudah, surat dari Pak Ahok ke Presiden langsung dengan tembusan ke Pak Mendagri,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (24/5). [ded]

Percobaan Kudeta Yang Pertama 4 November 2016 Dengan Menunggangi Kasus Ahok

Pada 30 September 2016, dalam percakapan dengan warga di Kepulauan Seribu, Basuki menyatakan bahwa tidak masalah jika warga yang “dibohongi pake surah Al-Maidah 51 dan macem-macem” tidak memilihnya dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Ayat 51 dalam surat Al-Maidah adalah ayat yang sering ditafsirkan sebagai ayat yang melarang Muslim untuk menjadikan orang non-Muslim sebagai pemimpin, dan sebelumnya digunakan oleh rival Basuki sebagai argumen untuk tidak memilih Basuki pada pemilihan gubernur. Percakapan ini direkam dan diunggah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di situs YouTube. Salah satu yang menyebarkan video ini, Buni Yani menulis di Facebook “…dibohongi Surat Al Maidah…”, (tanpa kata “pake“) dan belakangan ia mengakui bahwa ia salah transkrip. Banyak warga maupun pengamat yang mengkritik pernyataan Basuki dan menganggap Basuki telah melecehkan Al-Quran. Kritik ini menjalar di media sosial seperti Facebook dan Twitter, serta petisi di situs change.org yang didukung puluhan ribu orang. Menanggapi kritik ini, Basuki menyatakan bahwa ia tidak berniat melecehkan ayat Al-Quran, tapi hanya mengkritik pihak-pihak yang menggunakan ayat suci untuk tujuan politik. Sejumlah organisasi melaporkan pidato Basuki ke polisi dengan dasar pasal 156a KUHP dan UU Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Pada 10 Oktober, Basuki kemudian meminta maaf. Namun laporan hukum terhadap Basuki tidak dicabut, dan polisi mulai melakukan penyelidikan, termasuk memanggil Basuki ke Bareskrim pada 24 Oktober.

Presiden Joko Widodo mendatangi rumah Prabowo SubiantoKetua Umum Gerindra di HambalangBogorJawa Barat, pada Senin, 31 Oktober 2016. Seusai pertemuan, keduanya menyinggung mengenai demonstrasi yang akan dilakukan empat hari kemudian. Prabowo Subianto mengatakan bahwa demonstrasi kepada Ahok harus dilakukan sesuai aturan dan mengingatkan agar tidak ada upaya untuk memecah-belah bangsa. Prabowo mengingatkan agar demonstrasi berjalan tertib dan merupakan hak konstitusional, serta mengharapkan suasana baik dan sejuk.

Presiden ke-enam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menggelar jumpa pers di kediamannya di CikeasJawa Barat pada hari Rabu, 2 November 2016 untuk memberikan tanggapan terhadap isu nasional, politik, dan isu mengenai dirinya. Dalam jumpa pers tersebut SBY membahas mengenai isu seputar demo yang akan dilakukan dua hari setelahnya. Ia mengatakan unjuk rasa harus berjalan damai, tertib, sesuai aturan, dan tidak merusak, dan bukanlah merupakan bentuk kejahatan politik. Dalam pidatonya, SBY menuding intelejen memberikan informasi yang tidak akurat mengenai tuduhan adanya orang-orang besar, kalangan, ataupun menuduh parpol (partai politik) mendanai aksi-aksi unjuk rasa. SBY menganggap Demo 4 November merupakan murni dari gerakan hati nurani seperti Arab Spring sehingga tuduhan demonstrasi ditunggangi politik adalah tuduhan yang tidak mendasar. Susilo Bambang Yudhoyono juga menganggap demonstrasi ada karena ada yang diprotes dan dituntut, dan menganggap tuntutannya ada yang tidak didengar. Ia bahkan mengatakan jika tuntutan tidak didengar, bahkan hingga lebaran kuda pun akan ada unjuk rasa.

Pada 3 November, berkaitan dengan aksi yang direcanakan pada 4 November pemerintah melalui Kemkominfo memblokir 11 situs web yang dianggap menyebarkan sentimen SARA, termasuk portalpiyungan.com dan situs Islam smstauhiid.com.

Aksi berpusat di kawasan antara Bundaran Hotel IndonesiaBundaran Bank Indonesia dan Istana Kepresidenan, yang dideskripsikan telah berubah menjadi “lautan putih” oleh demonstran yang berpakaian putih. Polisi memperkirakan sekitar 200.000 warga menghadiri aksi ini, perkiraan lain menyebut angka 50.000 Aksi ini berjalan dengan damai dan tertib hingga Jumat sore, yang merupakan batas penyelenggaraan aksi ini. Tokoh yang menghadiri aksi ini diantaranya Mantan Ketua MPR Amien Rais, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon, serta penyanyi Ahmad Dhani dan Rhoma Irama. Para demonstran berorasi dan menggunakan yel-yel, mendesak diprosesnya tindakan hukum terhadap Basuki.

Namun sekitar pukul 18:30 WIB aksi yang seharusnya sudah bubar mulai menjadi ricuh. Disinyalir, elemen demonstran beratribut HMI memulai dorong-dorongan dan menyerang polisi. Elemen lain tidak terlibat upaya kericuhan, dan sebagian massa Front Pembela Islam (FPI) berusaha melindungi barisan polisi dari elemen yang menyerang. Awalnya, polisi mempertahankan barisannya dengan perisai dan tanpa senjata. Namun setelah serangan menjadi lebih parah, anggota FPI yang melindungi polisi menghindar dan polisi melepaskan tembakan gas air mata. Dua kendaraan milik Brimob dibakar saat terjadi kericuhan di depan Istana Merdeka, sekitar pukul 20:10 WIB. Situasi di sekitar Istana mulai terkendali sekitar pukul 21:00 WIB, namun kericuhan terjadi di bagian lain Jakarta, tepatnya di PenjaringanJakarta Utara. Sebuah mini market dijarah dan sebuah sepeda motor dibakar. Baru sekitar dini hari para pelaku kericuhan membubarkan diri.

Dilaporkan 2 warga dan 1 polisi terluka.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjanjikan proses penyelidikan kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, akan selesai dalam dua minggu ke depan. Hal itu ditegaskan Jusuf Kalla usai menggelar pertemuan dengan perwakilan peserta unjuk rasa pada pukul 18:15 WIB. Kalla ditemani sejumlah menteri, di antaranya Menkopolhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, serta Mensesneg Pratikno.

Tidak sampai dua minggu setelah aksi ini, kepolisian menetapkan Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka setelah mengumpulkan bukti-bukti dan menghadirkan saksi, dan tersangka tidak diperkenankan bepergian ke luar negeri. Namun, karena tidak ditahan, aksi lanjutan kembali terjadi pada 2 Desember 2016 untuk menuntut supaya Basuki segera ditahan.

Pada 5 November 2016 pukul 00:10 WIB, setelah melakukan rapat terbatas secara mendadak dengan sebagian menteri Kabinet Kerja, Kapolri, Jenderal TNI, dan Kepala BIN, Presiden Joko Widodo menggelar konferensi pers di Istana Merdeka. Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara aksi yang menjalankan aksi dengan damai hingga petang, namun menyesalkan kerusuhan yang terjadi pada sesudah isya yang seharusnya sudah bubar dan hal tersebut dilihat bahwa telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi sebelumnya. Joko Widodo juga menyatakan bahwa proses hukum terhadap Basuki akan dilakukan “secara tegas, cepat dan transparan”, dan menghimbau warga untuk pulang.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Aksi_4_November

Kronologi Demo 4 November: dari Damai hingga Berakhir Ricuh

Mei Amelia R – detikNews
Kronologi Demo 4 November: dari Damai hingga Berakhir Ricuh
Foto: Ilustrator Zaki Alfarabi

Jakarta – Aksi demo menuntut pengusutan kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur nonaktif Basuki T Purnama (Ahok) di depan Istana Negara, 4 November, lalu berakhir ricuh. Polisi pun terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang rusuh.

“Ini rekan-rekan bisa lihat bagaimana polisi persuasif, jadi kalau polisi melakukan penyerangan itu tidak betul, lihat bahkan pengamanan demo kita salat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/11/2016).

Awi mengatakan aparat polisi telah berusaha semaksimal mungkin melakukan pengamanan demo secara persuasif dan humanis. Namun aksi damai itu berubah menjadi ricuh setelah sekelompok massa melakukan provokasi dengan melempari aparat menggunakan batu, bambu hingga besi ujung pagar Monas.

Awi menyebut total ada 350 korban luka dan kelelahan dalam insiden tersebut. Selain itu, 18 unit mobil dinas TNI-Polri yang diparkir di Monas, dirusak massa.

Awi kemudian menjelaskan kronologi aksi dari mulai massa datang hingga massa bubar pada Jumat malam. Berikut kronologinya:

13.00 WIB
Setelah salat Jumat massa berbondong-bondong menuju Istana Negara.

13.50 WIB
Massa mulai melakukan pelemparan ke arah polisi untuk pertama kalinya. Namun kejadian itu tidak berlangsung lama dan massa kembali tenang.

14.41 WIB
Sekelompok massa kembali lagi melempari polisi untuk kedua kalinya. Polisi mulai membacakan Asmaul Husna ketika massa kembali ricuh.

14.42 WIB
Massa yang berada di garis depan menarik pagar kawat berduri sehingga keluar dari cone block. Polisi membatasi massa demo dengan lapisan cone block dan dua lapis kawat berduri (security barrier).

15.10 WIB
Massa dan polisi melaksanakan salat Asar.

15.47 WIB
Massa yang berada di depan Wisma TNI, Jl Medan Merdeka Barat arah Harmoni kembali ricuh dengan melempari polisi menggunakan bambu, batu dan botol minuman. Massa juga membakar ban bekas.

15.58 WIB
Perwakilan massa meminta masuk kita antar sampai ke depan istana.

18.14 WIB
Massa sudah mempersiapkan diri untuk merusuh dengan mengoleskan pasta gigi ke wajahnya.

19.00 WIB
Massa semakin memanas dan terpecah menjadi dua. Beberapa kelompok massa mengadang massa yang ricuh dengan membentengi polisi, sementara massa lainnya melakukan tindakan kerusuhan dengan terus melempari petugas.

19.05 WIB
Kedua massa kelihatan ricuh, yang mau menyerang dan melindungi polisi, tapi akhirnya jebol sehingga kericuhan pun pecah dan semakin tidak terkendali.

19.10 WIB
Massa semakin rusuh dan sudah melakukan penyerangan kepada polisi dengan bambu, batu dan benda-benda keras lainnya.

19.33 WIB
Untuk membubarkan massa yang semakin ricuh, polisi menembakkan gas air mata untuk pertama kalinya. Massa pun panik dan berlarian hingga terurai.

19.41 WIB
Polisi kembali menembakkan gas air mata untuk gelombang kedua.

19.48 WIB
Polisi menembakkan gas air mata untuk ketiga kalinya.

19.53 WIB
Massa semakin beringas dan mulai terjadi kericuhan, termasuk bentrok dengan aparat. Massa melempari petugas dengan botol, batu, dan benda-benda yang ada di dekatnya. Polisi tetap menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

20.01 WIB
Kendati tembakan gas air mata terus dilakukan, namun massa semakin menjadi-jadi. Beberapa di antaranya ada yang melempari petugas dengan petasan.

20.04 WIB
Massa menyalakan api lalu membakar truk Brimob dan mobil security barrier.

20.06 WIB
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemprov DKI mulai memadamkan api yang menghanguskan truk dan security barrier.

20.15 WIB
Situasi mulai kondusif dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun naik panggung, memerintahkan anggota untuk menghentikan tembakan gas air mata. Anggota Brimob pun berangsur-angsur menarik diri.

Di sela-sela kericuhan itu, polisi mengamankan 10 orang peserta demo. Namun sepuluh orang itu telah dipulangkan karena belum cukup bukti melakukan tindakan ricuh.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti terkait insiden tersebut, di antaranya sejumlah cone block, beberapa bilah bambu, sejumlah anak panah dari paku, sejumlah kelereng, dan lainnya.
(mei/dhn)

Provokator atau diprovokasi?

Penjelasan mengenai orasi yang provokatif dari @piokharisma yang ada waktu demo tgl 4 November.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Kalo menurut gue, yg jadi provokator bukan yg mukul2 polisi pake tongkat.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Orator2 utama mereka, sejak dari siang meneriakkan yel-yel “Revolusi Sekarang Juga” dan “Turunkan Jokowi”.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Belum lagi hinaan “Presiden Anjing”, trus ada ustad yg bilang “Kami siap rusuh”. Setelah teriakan2 itu, massa makin beringas.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Berkali-kali, orator menuntut petugas utk membuka barikade, mereka ingin mendatangi Jokowi saat itu juga. Massa teriak setuju.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Apalagi setelah dpt kabar kalo JK bilang akan memproses Ahok paling cepat seminggu dr kemarin. Massa dibakar kembali oleh orator.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Orator2 itu juga bilang kalo ga akan mundur atau pulang sebelum Ahok ditangkap saat itu juga. Massa teriak setuju.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Sebenarnya agak kontradiktif, orator membakar massa untuk revolusi sekarang juga tapi petugas dr FPI menahan agar tidak vandal.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Sayang, gue ga apal nama2 yang orasi. Tapi yg jelas ada Rizieq, Dhani, Fahira dan Ratna Sarumpaet.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Nama2 yang barusan gue sebut, orasi sebelum maghrib. Yang super kompor, ustad2 yang orasi setelah maghrib. Gue ga tau namanya.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Massa yang mukulin polisi pake tongkat, posisi mereka sama persis dg yg pertama bakar ban (sore sblm maghrib). Kayaknya dr kelompok yg sama.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Massa yang lemparin botol ke arah polisi, juga berada di titik yg sama.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Sebelum adegan bakar ban, gue sempat berdiri di situ. Di antara kelompok yg nantinya akan mulai rusuh.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Gesture mereka sejak awal, selalu menghadap ke polisi. Padahal, yg orasi ada di sebelah kanan mereka. Jadi, seolah siap konfrontasi.

Pio Kharismayongha@piokharisma

“Kenapa yg mukul polisi bajunya ga kayak yg demo lain?” Karena dr awal emang banyak yg ga pake baju putih. Atau bersorban/ berkupluk putih.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Jadi ya, buat yg mantau demo kemarin dr sosmed atau tv doang, orator2 di podium utama materi orasinya udah provokatif sejak awal.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Kecil kemungkinan kalo ada provokator yang disusupkan sejak selepas maghrib. Wong emang kompor banget si oratornya.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Teori gue knp baru abis maghrib, massa baru beringas: krn capek udh seharian, orator “bakar” terus, eh mlm dpt kabar Ahok blm bs ditangkap

Pio Kharismayongha@piokharisma

Akhirnya mereka memaksakan diri agar polisi buka barikade dg pukul pake tongkat. Polisi nembak gas air mata. Massa yg militan makin marah.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Karena ada respon dr petugas, massa yg lain seolah dpt legitimasi bahwa tindakan mereka adalah perjuangan. Akhirnya nyebar kemana-mana.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Oya satu hal, tidak sekalipun gue denger orator mendiskreditkan etnis Cina dlm orasinya. Provokasi mereka: turunkan jokowi atau tangkap ahok

Pio Kharismayongha@piokharisma

Provokasinya hanya mengusik urusan politik.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Nanti agak siang, gue upload versi foto2. Tapi sampe momen dilempari gas air mata dong. Pas kerusuhan melebar, gue udah di rumah.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Oya, dr sblm maghrib beberapa demonstran udah siap dg kemungkinan pelemparan gas air mata, krn udah byk yg ngoles pasta gigi di deket mata.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Anyway, do you can guess who the one who said “Presiden Anjing” ? It was Ahmad Dhani.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Polisi udah liat dan denger sendiri kok kemarin 🙂 twitter.com/twittibeth/sta…

Ibeth@twittibeth

Tangkep nih @poldametrojaya, penghinaan ke Presiden.

Pio Kharismayongha@piokharisma
返信先: @piokharismaさん

Anyway, do you can guess who the one who said “Presiden Anjing” ?

It was Ahmad Dhani.

Ibethさんの他のツイートを見る

AKSI DEMO 4 NOVEMBER 2016 DALAM GAMBAR BY @piokharisma

Pio Kharismayongha @piokharisma

Mereka sudah mengantisipasi soal sampah dan logistik dengan baik. pic.twitter.com/CVo8JQx9LH
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Keep hustle in the middle of chaos. @pandji 😀 pic.twitter.com/nKUoKDpcjI
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Break sholat dulu, baru lanjut demo lagi. pic.twitter.com/6YqLiuhskr
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Dari titik patung kuda, massa semakin padat. pic.twitter.com/l8y4V56ESQ
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Minta Ahok digantung di jembatan penyeberangan. pic.twitter.com/tdRzxW3S40
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Sebagian besar berjalan menuju ke arah Istana, tp banyak juga yg mau pulang. pic.twitter.com/HuTkypkz7g
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Btw, kalo @unilubis bilang demo siang adalah festive dan gembira, gue setuju. Memang gitu awalnya. pic.twitter.com/xuvYVUPmkY
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Some of them bring the meaning of peace in what they do. Some don’t. pic.twitter.com/HODBNbruTF
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Ingat gue cerita soal Majelis yg anggotanya narik org yang teriak “Bunuh Ahok”?. Ini mereka. Salut gue sama majelis ini. pic.twitter.com/LImc7k2nxG
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Ada penjual ketupat sayur yang membagikan gratis dagangannya. Bapak yang baik. pic.twitter.com/2dd2NjZOm2
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Itu wajah bapaknya, lebih jelas 🙂 pic.twitter.com/QVG0YmpJPE
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Yang demo tetep demo, yang bersihin sampah jalan terus. Salut pak. pic.twitter.com/2KBcWsud31
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Tamannya keinjek-injek :(( pic.twitter.com/vfS9vKmH1r
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Ini gue udah makin dekat ke arah podium utama. pic.twitter.com/Y9AV4IasZc
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Para petugas yang juga berjihad bagi negara. pic.twitter.com/Y8lfO5c3uk
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Can you spot anyone you know in this podium? pic.twitter.com/Jljoqln1Ij
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Miss You Know Who doing her speech. No, not speech. She is reading her letter to Mr. President. pic.twitter.com/ToWZauEWzE
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Nah di titik ini bentrokan pertama terjadi. Pembakaran ban juga di sini. Liat 2 orang dg bendera itu? Tdk pake baju putih. pic.twitter.com/BBZddAEThP
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Maghrib. Antri wudhu dan gantian sholat di Monas. pic.twitter.com/3Z6Zxs4XhQ
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Saat maghrib, sepertinya demo akan berakhir. Tenang. Tidak ada toa-toa yg menyalak galak. pic.twitter.com/txacqdQsAh
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Petugas juga relax. Sepertinya demo akan berakhir. pic.twitter.com/HbWzsCAKRY
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Selepas maghrib, orasi kembali dimulai. Demo ternyata belum usai. pic.twitter.com/5y9XLrA7fa
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Banyak bocah2 yang sepertinya cuma ikut-ikutan. pic.twitter.com/V81KSt6xPm
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Ada yg provokatif, ditangkap, trus dibawa masuk ke mobil kotak itu. Massa makin berisik. pic.twitter.com/5UWWRqcV09
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Ada yang ga bisa nahan pipis. Ciyan. pic.twitter.com/eEQDzvxYkx
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Petugas dr FPI menahan massa agar tidak vandal. pic.twitter.com/li8RS5NUP1
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

2 org petugas FPI yang bertugas dg sangat baik. Mereka kefoto karena yg jaraknya cukup dekat dg saya hanya mereka. pic.twitter.com/nLpZvdx5wp
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Karena tampak semua terkendali, selesai motret ini saya berniat pulang. Tapi…. pic.twitter.com/WP31rSWrtS
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Saat sudah menjauh, tiba2 terdengar suara letusan berkali-kali. Saya balik lagi dan udah pada semburat. pic.twitter.com/bYdbFUw1y2
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Banyak yg berusaha melarikan diri. Mencoba membengkokkan pagar besi tebal Monas. Gas air mata berhamburan. pic.twitter.com/rrdq8Q1lda
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Asap dr gas air mata makin tebal. Tapi gue mencoba mendekat lagi. pic.twitter.com/uZMUp8siWP
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Dan ini adalah foto terakhir kemarin, saya jepret tanpa liat viewfinder. Mata perih kena gas air mata. Saya ikut lari. pic.twitter.com/jk81rVPWdR

Live report @piokharisma Demo 4 Nov. Nilai sendiri ada muatan politik atau tidak.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Di kelompok Majelis ini, ada yg mau colongan orasi sambil teriak “Bunuh Ahok”, langsung ditarik keluar sama anggota Majelis. Goks. pic.twitter.com/k25AT1zyi1
  Expand pic

Pio Kharismayongha@piokharisma

Gue mau live report on air di U FM soal apa yg gue liat di lokasi demo hari ini :))))

Pio Kharismayongha@piokharisma

Di podium utama, yg posisinya dekat istana, seorang orator berteriak “Presiden Anjing !” dan polisi atau tentara, diam saja. Nice.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Beberapa yg orator di podium utama, ngajak utk revolusi. Malah ada yg eksplisit ngajak lengserin presiden. Goks. #4Nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Beberapa bagian taman kota kembali terinjak2 tanpa bisa dicegah. Massa terlalu banyak. #4Nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Beberapa orator mengajak untuk menginap sampai Ahok dipenjarakan. Kalo tidak, Presiden akan dilengserkan. #4Nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Beberapa kali ada juga ajakan utk melakukan revolusi. #4Nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Sekarang, podium utama sudah tidak ada yg orasi. Sebagian demonstran sholat, sebagian pulang. #4Nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Tadi ada bbrp demonstran yang manjat pohon, diteriakin demonstran lain untuk turun “woy turun, itu tanaman, nanti rusak !”. #4nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Konsentrasi massa paling banyak ada di Merdeka Barat. Penuh sesak. Ada yg ga kuat, mau balik arah, malah bikin macet. #4nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Tidak ada tanda2 demo akan segera berakhir. Orator sedang membakar demonstran kembali. Teriakan2 “Ayo revolusi sekarang juga” makin keras.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Mulai rusuh di deket tempat orang tadi bakar ban. #4Nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Terkendali. Polisi Huru Hara yg tadi sempet bersiap, sudah duduk2 lagi. #4Nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Lagi adzan, lempar2an botol berhenti. #4Nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Pulang aja. Lewat bagian dalam Monas yang sekarang udah bersih tertata. Ga ada PKL liar kayak dulu. #4nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Pertama kalinya gue ngerasain perihnya mata karena gas air mata. #4nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Banyak yg neriakin biar nahan diri, tp emang katro aja yg mukul2 polisi itu. twitter.com/iwn_beat/statu…

Mr. I@mr_iwn

tanaman dah aman, kalo yg ini gimana critanya? ada yg neriakin biar ga anarkis? @piokharisma

Mr. Iさんの他のツイートを見る

Pio Kharismayongha@piokharisma

Ambulance Pemda DKI (yg jumlahnya diperbanyak oleh Ahok) aktif mengangkut korban gas air mata dr pihak pendemo dirinya. #4nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Sebagian demonstran bubar setelah gas air mata ditembakkan berkali-kali. #4nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Untung sempet motret pas ada gas air mata ke arah gue. Motretnya udah ga pake liat viewfinder. Mata kepejam, perih. Ntar gue share. #4nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Tadi banyak petugas FPI yg justru menghalau massa yang mau rusuh. I know you wont believe it, but it’s true. #4nov

Pio Kharismayongha@piokharisma

Tuh, justru org dr FPI yg nyuruh si katrok itu pergi. twitter.com/RadioElshinta/…

埋め込み動画

Radio Elshinta

@RadioElshinta

Massa terus mendekati petugas yg berupaya menghalau massa di Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Jumat 4/11 malam. (ros)

68人がこの話題について話しています

Pio Kharismayongha@piokharisma

Tadi, hampir semua orator jadi kompor semua. Yel-yel “Revolusi Sekarang Juga” dan “Turunkan Jokowi” diteriakkan berkali2. twitter.com/kemalarsjad/st…

kemal.arsjad@kemalarsjad

coba check twit @fadlizon malah jadi kompor. itu orang kok malah kayaknya seneng ada konflik Horizontal.

kemal.arsjadさんの他のツイートを見る

Pio Kharismayongha@piokharisma

@draxe11 @iwn_beat @pandji tapi bawa bendera HMI. Gue seharian di sana dan banyak kok yg ga pake surban atau baju putih2.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Tadi para orator berkali2 menyerukan utk Revolusi dan Turunkan Jokowi. Mereka provokator sebenarnya. twitter.com/mrshananto/sta…

Ligwina Hananto

@mrshananto

Ini lho. Knp jd Jokowi? Itu presiden pemenang Pemilu. Lo mau lengserkan? Offside dek!

febriana firdaus

@febrofirdaus

返信先: @febrofirdausさん

LIVE: Protester yelling, “Topple Jokowi, topple Jokowi!”

埋め込み動画

72人がこの話題について話しています

Pio Kharismayongha@piokharisma

Habib2 dan semua yg orator di atas mobil dan meneriakkan “Revolusi Sekarang Juga” dan “Turunkan Jokowi” mau bertanggung jawab? Pasti enggak.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Sedihnya ya Tuhan. Gue denger sendiri orator2 memprovokasi massa segitunya. :(( twitter.com/Kowak7/status/…

Pio Kharismayongha@piokharisma

Tiba2 merasa merinding ketakutan sendiri, membayangkan jadi etnis cina dan tinggal di Jakut. Pasti ini saat yg menegangkan banget. :(((

Pio Kharismayongha@piokharisma

Kalian yang sok-sok pembela agama tapi meneror saudara sebangsa sendiri, kalian JAHAT. SUPER JAHAT.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Gue tahu skrg kenapa hari ini ga jadi hujan. Pake pawang soalnya. Nih buktinya. pic.twitter.com/03W7jrMq2g
  Expand pic

Pio Kharismayongha@piokharisma

@Bijiganja @DivHumasPolri @arrahmah bohong lah. Ga ada peluru, cuma semacam petasan dan gas air mata doang. Gue tadi di sana soalnya.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Kalo menurut gue, yg jadi provokator bukan yg mukul2 polisi pake tongkat.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Orator2 utama mereka, sejak dari siang meneriakkan yel-yel “Revolusi Sekarang Juga” dan “Turunkan Jokowi”.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Belum lagi hinaan “Presiden Anjing”, trus ada ustad yg bilang “Kami siap rusuh”. Setelah teriakan2 itu, massa makin beringas.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Berkali-kali, orator menuntut petugas utk membuka barikade, mereka ingin mendatangi Jokowi saat itu juga. Massa teriak setuju.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Apalagi setelah dpt kabar kalo JK bilang akan memproses Ahok paling cepat seminggu dr kemarin. Massa dibakar kembali oleh orator.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Orator2 itu juga bilang kalo ga akan mundur atau pulang sebelum Ahok ditangkap saat itu juga. Massa teriak setuju.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Sebenarnya agak kontradiktif, orator membakar massa untuk revolusi sekarang juga tapi petugas dr FPI menahan agar tidak vandal.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Sayang, gue ga apal nama2 yang orasi. Tapi yg jelas ada Rizieq, Dhani, Fahira dan Ratna Sarumpaet.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Nama2 yang barusan gue sebut, orasi sebelum maghrib. Yang super kompor, ustad2 yang orasi setelah maghrib. Gue ga tau namanya.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Massa yang mukulin polisi pake tongkat, posisi mereka sama persis dg yg pertama bakar ban (sore sblm maghrib). Kayaknya dr kelompok yg sama.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Massa yang lemparin botol ke arah polisi, juga berada di titik yg sama.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Sebelum adegan bakar ban, gue sempat berdiri di situ. Di antara kelompok yg nantinya akan mulai rusuh.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Gesture mereka sejak awal, selalu menghadap ke polisi. Padahal, yg orasi ada di sebelah kanan mereka. Jadi, seolah siap konfrontasi.

Pio Kharismayongha@piokharisma

“Kenapa yg mukul polisi bajunya ga kayak yg demo lain?” Karena dr awal emang banyak yg ga pake baju putih. Atau bersorban/ berkupluk putih.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Jadi ya, buat yg mantau demo kemarin dr sosmed atau tv doang, orator2 di podium utama materi orasinya udah provokatif sejak awal.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Kecil kemungkinan kalo ada provokator yang disusupkan sejak selepas maghrib. Wong emang kompor banget si oratornya.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Teori gue knp baru abis maghrib, massa baru beringas: krn capek udh seharian, orator “bakar” terus, eh mlm dpt kabar Ahok blm bs ditangkap

Pio Kharismayongha@piokharisma

Akhirnya mereka memaksakan diri agar polisi buka barikade dg pukul pake tongkat. Polisi nembak gas air mata. Massa yg militan makin marah.

Pio Kharismayongha@piokharisma

Karena ada respon dr petugas, massa yg lain seolah dpt legitimasi bahwa tindakan mereka adalah perjuangan. Akhirnya nyebar kemana-mana.

Pio Kharismayongha @piokharisma

Oya satu hal, tidak sekalipun gue denger orator mendiskreditkan etnis Cina dlm orasinya. Provokasi mereka: turunkan jokowi atau tangkap ahok

Pio Kharismayongha @piokharisma

Provokasinya hanya mengusik urusan politik.

Pio Kharismayongha @piokharisma

Oya, dr sblm maghrib beberapa demonstran udah siap dg kemungkinan pelemparan gas air mata, krn udah byk yg ngoles pasta gigi di deket mata.

Pio Kharismayongha @piokharisma

Anyway, do you can guess who the one who said “Presiden Anjing” ? It was Ahmad Dhani.

Pio Kharismayongha @piokharisma

Mereka sudah mengantisipasi soal sampah dan logistik dengan baik. pic.twitter.com/CVo8JQx9LH
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Keep hustle in the middle of chaos. @pandji 😀 pic.twitter.com/nKUoKDpcjI
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Break sholat dulu, baru lanjut demo lagi. pic.twitter.com/6YqLiuhskr
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Dari titik patung kuda, massa semakin padat. pic.twitter.com/l8y4V56ESQ
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Minta Ahok digantung di jembatan penyeberangan. pic.twitter.com/tdRzxW3S40
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Sebagian besar berjalan menuju ke arah Istana, tp banyak juga yg mau pulang. pic.twitter.com/HuTkypkz7g
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Btw, kalo @unilubis bilang demo siang adalah festive dan gembira, gue setuju. Memang gitu awalnya. pic.twitter.com/xuvYVUPmkY
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Some of them bring the meaning of peace in what they do. Some don’t. pic.twitter.com/HODBNbruTF
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Ingat gue cerita soal Majelis yg anggotanya narik org yang teriak “Bunuh Ahok”?. Ini mereka. Salut gue sama majelis ini. pic.twitter.com/LImc7k2nxG
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Majelis itu tidak ikut sampe malam, selesai orasi bentar, ulamanya ngajak pulang dan mereka pulang.

Pio Kharismayongha @piokharisma

Ada penjual ketupat sayur yang membagikan gratis dagangannya. Bapak yang baik. pic.twitter.com/2dd2NjZOm2
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Itu wajah bapaknya, lebih jelas 🙂 pic.twitter.com/QVG0YmpJPE
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Yang demo tetep demo, yang bersihin sampah jalan terus. Salut pak. pic.twitter.com/2KBcWsud31
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Tamannya keinjek-injek :(( pic.twitter.com/vfS9vKmH1r
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Ini gue udah makin dekat ke arah podium utama. pic.twitter.com/Y9AV4IasZc
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Para petugas yang juga berjihad bagi negara. pic.twitter.com/Y8lfO5c3uk
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Can you spot anyone you know in this podium? pic.twitter.com/Jljoqln1Ij
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Miss You Know Who doing her speech. No, not speech. She is reading her letter to Mr. President. pic.twitter.com/ToWZauEWzE
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Nah di titik ini bentrokan pertama terjadi. Pembakaran ban juga di sini. Liat 2 orang dg bendera itu? Tdk pake baju putih. pic.twitter.com/BBZddAEThP
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Maghrib. Antri wudhu dan gantian sholat di Monas. pic.twitter.com/3Z6Zxs4XhQ
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Saat maghrib, sepertinya demo akan berakhir. Tenang. Tidak ada toa-toa yg menyalak galak. pic.twitter.com/txacqdQsAh
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Petugas juga relax. Sepertinya demo akan berakhir. pic.twitter.com/HbWzsCAKRY
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Selepas maghrib, orasi kembali dimulai. Demo ternyata belum usai. pic.twitter.com/5y9XLrA7fa
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Banyak bocah2 yang sepertinya cuma ikut-ikutan. pic.twitter.com/V81KSt6xPm
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Ada yg provokatif, ditangkap, trus dibawa masuk ke mobil kotak itu. Massa makin berisik. pic.twitter.com/5UWWRqcV09
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Ada yang ga bisa nahan pipis. Ciyan. pic.twitter.com/eEQDzvxYkx
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Petugas dr FPI menahan massa agar tidak vandal. pic.twitter.com/li8RS5NUP1
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

2 org petugas FPI yang bertugas dg sangat baik. Mereka kefoto karena yg jaraknya cukup dekat dg saya hanya mereka. pic.twitter.com/nLpZvdx5wp
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Karena tampak semua terkendali, selesai motret ini saya berniat pulang. Tapi…. pic.twitter.com/WP31rSWrtS
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Saat sudah menjauh, tiba2 terdengar suara letusan berkali-kali. Saya balik lagi dan udah pada semburat. pic.twitter.com/bYdbFUw1y2
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Banyak yg berusaha melarikan diri. Mencoba membengkokkan pagar besi tebal Monas. Gas air mata berhamburan. pic.twitter.com/rrdq8Q1lda
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Asap dr gas air mata makin tebal. Tapi gue mencoba mendekat lagi. pic.twitter.com/uZMUp8siWP
  Expand pic
  Expand pic

Pio Kharismayongha @piokharisma

Dan ini adalah foto terakhir kemarin, saya jepret tanpa liat viewfinder. Mata perih kena gas air mata. Saya ikut lari. pic.twitter.com/jk81rVPWdR
Provokator Kerusuhan Demo 4 November : SBY Yang Membayar Kami Untuk Membuat Kerusuhan Saat Demo


Infomenia.net –Aksi Damai 4 November telah berlalu, aksi yang semula berjalan dengan damai akhirnya rusuh saat setelah polisi membubarkan aksi massa tersebut.

Beberapa hari setelah aksi kerushan, beberapa orang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di tanggkap oleh aparat kepolisian,  Polisi menangkap mahasiswa  berdasarkan Foto – foto serta video saat kejadian kerusuhan terjadi.
Salah satu yang di tangkap adalah Ismail Ibrahim (23), Mahasiswa semester 5 Fakultas Siosiologi tersebut tertangkap Kamera Sedang menyerang Polisi yang dengang berjaga menggunakan Bambu Runcing.
Setelah tertangkap Sekertaris Jendral Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengeluarkan cetusan yang sangat mengejutkan terkait kerushan demo yang terjadi pada tanggal 4 November tersebut.
“Awalnya Kami Di bayar 500rb untuk mengikuti Aksi demo tersebut, Namun Pihak dari SBY dan PRABOWO, akan membayar kami 2 milliar jika ada kerusuhan terjadi, awalnya kami menolak namun mereka akan menjamin semua rahasia dan kemanan Anggota kami.” Ujar Ami Jaya
AMI pun menjelaskan awalnya ia ingin anggotanya yang di tanggkap di bebaskan, namun tidak ada tanggapan dari pak SBY jadi ia pun memberanikan diri untuk mengungkap semua dalang kerusuhan yang terjadi
Ami juga membenarkan Kata presiden jokowi bahwa Ada “AKTOR POLITIK” di balik kerusuhan yang terjadi dan aktor di balik semua itu adalah SBY dan PRABOWO.
Ami juga menyerukan Agar Warga Jakarta jangan mau terprovokasi dengan Isu Yang buruk tentang AHOK, karena Semua ini adalah cara Pasangan Calon Lain agar Ahok gagal mengikuti Pilgub DKI mendatang.Faktafaktaislam.blogspot.co.id

Polri sebut demo 4 November disusupi 9 terduga teroris jaringan ISIS

Sabtu, 26 November 2016 16:42Reporter : Anggun P. Situmorang
Polri sebut demo 4 November disusupi 9 terduga teroris jaringan ISIS
Boy Rafli Amar. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com – Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amarmengatakan, aksi unjuk rasa bertajuk Bela Islam pada 4 November lalu disusupi kelompok radikal yang difasilitasi Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Menurut Boy, mereka mengikuti aksi unjuk rasa untuk menciptakan kegaduhan di antara ribuan massa yang hadir.

“Di sisi lain kita sudah melakukan penangkapan jaringan teror. Dan keterlibatan kelompok teror untuk mendompleng aksi 4 November, itu memang berjalan,” ujar Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (26/11).

Boy mengatakan, kelompok ini hadir untuk membuat keributan lalu mengambil senjata petugas ketika sudah terjadi kekacauan. Selain itu, Boy menjelaskan, kehadiran kelompok teror pada aksi Bela Islam tidak memiliki hubungan dengan penggerak demo yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

“Kelompok ini tidak ada hubungannya dengan peserta demo. Mereka ini datang untuk membuat gaduh, chaos dan berniat mengambil senjata polisi. Di mana saat itu personel tidak dilengkapi dengan senjata,” ujar Boy.

Terkait hal tersebut Boy menjelaskan pengamanan aksi 4 November dilakukan dengan ekspresif, preventif dan tanpa senjata api. Sehingga niat kelompok tersebut tidak tercapai.

Boy menyebut ada sembilan orang tersangka yang saat ini sudah diamankan. “Pertama adalah Saulihun alias Abu Nusaibah alias Abu Hilya alias Abu Husnia alias Abu Faqih alias Abu Islam alias Abu Hasan alias Abu Ikhsan alias Pak Slamet. Dia aktif memotivasi orang-orang untuk mendukung ISIS,” ujar Boy.

Tersangka kedua adalah Alwandi Supandi alias Abu Usama alias Aseng alias Sabeni. Pelaku adalah amir Khafilah Syuhada yang membawahi tiga khalifah yaitu Khalifah Usman bin Affan, Umar bin Khatab, dan Ali bin Abi Thalib.

Tersangka ketiga adalah Reno Suhartono alias Kholid alias Jack alias Alex. Pelaku ini ikut membuatkan KTP, dan paspor bagi WNI yang hendak ke Suriah. Lalu Dimas Adi Saputra alias Abu Khotob yang juga terlibat memfasilitasi WNI ke Suriah dan diperintah Saulihun untuk ikut demo ricuh di Penjaringan, Jakarta Utara.

“Lalu ada tersangka Wahyu Widada alias Abu Karim yang juga sudah ikut idad dan Ibnu Aji Maulana yang bergerak di bagian media sekaligus moderator whats up bernama AL Gurobah. Tiga tersangka terakhir adalah Fuad alias Abu Ibrohim, Zubair, dan Agus Setiawan. Para tersangka itu dijerat Pasal 15 UU 15/2003 tentang permukatan jahat,” ungkap Boy. [gil]

Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/polri-sebut-demo-4-november-disusupi-9-terduga-teroris-jaringan-isis.html

Jaringan ISIS Penyusup Demo 411 Kumpul di Masjid Menteng

Antara, CNN Indonesia | Senin, 28/11/2016 16:38 WIB
Jaringan ISIS Penyusup Demo 411 Kumpul di Masjid Menteng
Mabes Polri menyebut jaringan ISIS memanfaatkan situasi ricuh saat demo 4 November lalu. Mereka membagi kelompok ke Penjaringan dan DPR RI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia — Jaringan organisasi ekstrem Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berusaha memanfaatkan situasi ricuh dalam demonstrasi besar 4 November lalu. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menyebut ada sembilan orang terduga teroris yang mengambil peran tersebut.

Menurutnya, mereka adalah kelompok Abu Nusaibah, yang pernah berbaiat pada ISIS. Kesembilan orang itu membagi peran dalam dua kelompok pada lokasi yang berbeda.

“Pimpinannya, Abu Nusaibah membagi dua kelompoknya, ada yang bergerak ke Penjaringan, ada yang merapat ke DPR,” kata Boy di Jakarta, mengutip Antara,Senin (28/11).

Dia menjelaskan, Jumat (4/11) malam itu, setelah terjadi bentrok antara massa aksi dengan aparat keamanan di Istana Negara, Abu Nusaibah memerintahkan Wandi Sopandi alias Abu Usama untuk mengumpulkan kelompok Khafilah Syuhada, yakni kelompok Al-Hawariyun, untuk berkumpul di Masjid Al Fatah, Menteng Raya.

Saat itu, kata Boy, yang hadir di Masjid Al Fatah di antaranya Wandi Sopandi, Dimas Adi Saputra, Wahyu Widada, Ibnu Aji Maulana, Zubair, Reno Suhartono dan beberapa anggota kelompok Al-Hawariyun.

Mereka berkumpul di halaman Masjid Al Fatah pukul 20.00 WIB. Sementara yang ada di dalam masjid tersebut adalah Abu Nusaibah, Samsudin Uba, dan Ibnu Aji Maulana.

Setengah jam kemudian, Abu Nusaibah keluar menuju halaman masjid dan memerintahkan kepada Wandi Sopandi untuk membagi kelompok menjadi dua.

“Kelompok 1 dipimpin oleh Abu Fatir untuk bergerak ke Penjaringan (Jakarta Utara), karena sudah terjadi rusuh di Penjaringan. Kelompok 2 dipimpin oleh Abu Nusaibah untuk bergerak bergabung dengan massa di DPR,” ujar Boy.

Mantan Kapolda Banten itu mengatakan, tujuan rencana ini agar kelompok tersebut bisa berhadapan langsung dengan aparat saat kericuhan. Nusaibah juga memerintah untuk merebut senjata api miliki aparat ketika mereka lengah.

Boy mengatakan, hasil pemeriksaan polisi menyebutkan, kelompok yang bergerak ke Penjaringan ternyata tidak bergabung dengan massa. Mereka malah menyusup ke barisan belakang polisi untuk mencari kelengahan aparat.

“Tapi karena saat itu bentrok sudah berhasil dikendalikan oleh aparat kemanan, akhirnya kelompok 1 pimpinan Abu Fatir di Penjaringan bergerak menuju ke DPR untuk bergabung bersama massa di sana,” ujarnya.

Kelompok ini, kata Boy, tidak mengikuti aksi demonstrasi sejak siang. Mereka hanya bergabung dengan massa aksi apabila terjadi kericuhan dan memanfaatkan situasi itu.

“Dari pengakuan mereka, mereka bergerak berkumpul di Masjid Al Fatah dari rumah masing-masing, tidak ikut demo di siang harinya, karena mereka akan memanfaatkan jika situasi rusuh saja,” ucapnya.

Sebelumnya Densus 88 menangkap sembilan terduga teroris kelompok Abu Nusaibah beberapa waktu lalu di Jakarta dan Bekasi. Mulanya polisi menangkap tujuh orang, kemudian bertambah menjadi sembilan orang.

“Mereka ini terdeteksi para pemuda yang berbaiat langsung ke pimpinan ISIS. Selain itu mereka juga bertekad memberikan bantuan bagi WNI yang hendak gabung ISIS ke Suriah,” katanya.

Boy menyampaikan, penyusupan yang dilakukan kelompok ini pada aksi damai 4 November lalu membuktikan bahwa prediksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian adalah benar. Mereka melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan kegiatan teror.

“Jadi omongan Kapolri yang bilang aksi 4 November disusupi kelompok radikal itu benar. Buktinya dilakukan penangkapan pada sembilan orang ini,” imbuhnya.

Kesembilan orang yang diamankan tersebut adalah Saulihun alias Abu Nusaibah alias Abu Hilyah alias Abu Husnia alias Abu Faqih alias Abu Islam alias Abu Hasan alias Abu Iksan alias Pak Slamet; Alwandi Supandi alias Abu Usama alias Aseng alias Sabeni; Reno Suharsono alias Kholid alias Jack alias Alex; Wahyu Widada; Dimas Adi Saputra alias Ali; Ibnu Aji Maulana alias Ibnu alias Indra; Fuad alias Abu Ibrohim; Zubaidar dan Agus Setyawan alias Agus alias Andi Syahputra.

“Kelompok ini bermain keruh, mereka ikut kegiatan seolah sama (unjuk rasa) tapi padahal punya agenda terselubung yakni rebut senjata petugas. Mereka lihat momennya pas, sejauh ini kami belum lihat ada indikasi terkait dengan koordinator demo,” ujarnya.

Breaking News: Wapres Jusuf Kalla Bertemu SBY Bahas Demo 4 November

Ini Hasil Pertemuan Wapres JK dengan Perwakilan Aksi 4 November

Pernyataan Presiden Jokowi Tentang Dalang Kerusuhan Demo 4 November

SBY PUCAT!! Terjawab Sudah Pengamat Politik BONGKAR Habis habisan SBY Dalang Demo 411

HMI :”SBY Dalang Kerusuhan 411 terlihat dari Pidatonya”

VIRAL VIDEO MAARUF AMIN INGIN AHOK DIHAB151 AHOKER DISARANKAN JANGAN NONTON

Siapa Tuduh SBY Dalangi Demo Goyang Jokowi?

Siapa Tuduh SBY Dalangi Demo Goyang Jokowi?

Ini memang aneh. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan ada laporan intelijen yang menyebut ada pihak atau partai politik yang mendanai aksi demo 4 November, dan laporan itu dinilai error. Istri dan anaknya juga menyatakan SBY telah difitnah sebagai dalang aksi demo itu. Tetapi, sampai saat ini, belum pernah ada pernyataan dari pejabat atau pihak mana pun yang menyatakan SBY jadi dalang demo itu.

Pernyataan atau tuduhan bahwa SBY adalah dalang aksi demo justru berasal dari SBY dan keluarganya sendiri. Sementara informasi intelijen yang disebut SBY sendiri tidak pernah diungkap, lembaga intelijen mana, BIN, BAIS, intelijen kepolisian atau yang lain. Kalau medsos ikut pula disebut, medsos mana yang diambil sebagai data oleh laporan intelijen itu. Semua serba kabur.

Demikian pula jika munculnya spanduk dan tagar di twitter yang menyebut SBY provokator dianggap tuduhan kepada SBY, itu muncul paska demo. Tulisan di media sosial yang menuduh SBY sebagai dalang demo juga muncul paska pernyataan SBY. Boleh dikatakan, yang membuat heboh bahwa SBY dituduh sebagai dalang demo menggoyang Jokowi itu berangkat dari pernyataan SBY sendiri.

Kalau pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut ada aktor politik yang membuat demo 4 November yang awalnya damai berubah jadi rusuh dujadikan dasar, itu diucapkan tengah malam dan dinihari paska demo 4 November, dua hari setelah pernyataan  SBY di Cikeas. Tanggapan Wapres Jusuf Kalla dan Presiden Jokowi atas pidato SBY itu juga sama sekali tidak menyuratkan adanya tuduhan SBY jadi dalang demo.

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai, reaksi SBY yang seolah dituduh mendanai demonstrasi itu justru membuat masyarakat tahu bahwa Presiden keenam RI itu memang memiliki kepentingan. “Justru kalau dia klarifikasi sesuatu yang sumbernya tidak jelas, justru publik jadi tahu. Saya juga jadi tahu, tadinya kan enggak ngeh.” (kompas.com, 3/11/2016).

Pengacara publik dari YLBHI, Julius Ibrani menilai pernyataan SBY justru merendahkan dirinya sebagai presiden yang telah lama memimpin Indonesia. “Sudah sepatutnya isu SARA (suku, agama, ras dan antar golongan), politisasi SARA yang remeh temeh, yang tidak edukatif, merendahkan dirinya seperti ini tidak diucapkan oleh SBY. Dia seorang Presiden dua periode. (kompas.com, 3/11/2016).

Oleh karena itu untuk memahami penyebab munculnya tuduhan SBY berada di balik aksi demo itu, tidak bisa tidak harus digali dari pernyataan SBY dan orang dekatnya yang memungkinkan munculnya tuduhan dan kecurigaan semacam itu. Termasuk penyebab adanya tuduhan itu adalah disebutnya orang-orang yang pernah dekat dengan SBY ada di balik keluarnya fatwa MUI dalam kasus tuduhan penistaan Al-Qur’an yang jadi pemicu aksi demo itu.

“Dulu saya tidak pernah dengan mudah menuduh ada orang-orang besar mendanai aksi-aksi unjuk rasa, ada orang besar menggerakkan unjuk rasa. Kalau dikaitkan situasi sekarang kalau ada informasi atau analisis intelijen seperti itu, saya kira berbahaya. Menuduh seseorang, menuduh sebuah kalangan, menuduh sebuah parpol, melakukan seperti itu, itu fitnah, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.

….Dalam menanggapi soal kemungkinan ada laporan yang tidak berdasar seperti itu, saya tidak asal bicara.

Saya kumpulkan keterangan, saya korek apa yang ada dalam pikiran penyelenggara negara, jajaran pemerintahan, beliau-beliau yang mengemban amanah, baru saya bicara. Sekali lagi karena saya mengetahui. Saya mendengar dan setelah saya kroscek, saya konfirmasikan benar adanya, mudah-mudahan, mudah-mudahan yang saya dengar itu tidak benar, Tidak seperti itu, kalau memang ada analisis intelijen bahwa ada pihak ini yang mendanai, pihak ini yang mengerakkan parpol ini yang punya kepentingan menggerakkan unjuk rasa besar itu.

Saudara-saudara, berbahaya jika di sebuah negara ada inteligent failure dan inteligent error. Ini istilah intelijen. Inteligent failure, misalnya laporannya itu berlebihan atau kurang. Aman saja Pak, tenang-tenang saja, sudah tidur-tidur saja, ini nggak ada apa-apa, ini paling demokrasi 500 orang, tiba-tiba 50.000, terjadi sesuatu semua tidak siap, that is inteligent failure.

Kalau inteligent error analisisnya bengkok, datanya tidak ada, faktanya tidak ada dikait-kaitkan, ambil sumber sosmed, termasuk buzzer, dianalisis, ah pasti ini yang menggerakkan, pasti ini yang mendanai. Itu intelegent error, so it is very-very dangerous. Kehidupan bernegara dipenuhi info laporan-laporan, bisikan-bisikan atau pun yang mengatakan dirinya inteligent report.” (Cuplikan pidato SBY, 2/11/2016, detik.com)

salah satu cuitan di twitter
salah satu cuitan di twitter

Itulah kalimat yang terucap pada saat jumpa pers SBY di Cikeas, 2 November lalu. Saya teliti lagi seluruh isi pidato itu. Tak ada kalimat yang secara langsung menyebut SBY atau Partai Demokrat dituduh mendanai aksi demo 4 November. Tetapi, melihat ekspresi saat memberikan pernyataan yang panjang dan lebar itu, wajar jika orang menilai SBY merasa ada laporan intelejen yang menuduh dia dan partainya mendanai demo itu.

Saat saya lihat tayangan ulang siaran teve salah satu televisi swasta, baik Wiranto maupun Yusuf Kalla usai menemui SBY pada 1 November juga tidak mengeluarkan satu kalimat pun bahwa kedatangan SBY itu adalah untuk mengkonfirmasi laporan intelejen. Wiranto justru menyebut kedatangan SBY untuk memberikan masukan terkait situasi saat itu.

Wiranto justru menyatakan sangat menghargai kedatangan SBY saat itu. Pernyataan JK tak jauh berbeda, dia justru menyataskan tidak percaya kalau ada orang menuduh  macam-macam. Apakah pernyataan Wiranto dan JK itu adalah bahasa pejabat untuk mendinginkan suasana, entahlah. Tetapi, tujuan itu terbukti tak berhasil karena keesokan harinya justru SBY sendiri yang membukanya ke depan publik dan semakin membuat panas situasi politik.

Tuduhan SBY jadi dalang aksi demo menjadi jelas, bukan karena ada pernyataan dari pemerintah atau institusi resmi. Tetapi, hal itu diperjelas oleh pernyataan Edhi Bhaskoro Yudhoyono (Ibas) putra bungsunya yang juga ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR. Dia membantah isu yang menyebut ayahnya berada di belakang aksi unjuk rasa 4 November lalu.

Bantahan juga muncul dari Ani Yudhoyono istri SBY. Dia tidak terima suaminya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dituduh sebagai dalang demonstrasi 4 November 2016. Dia juga membantah jika Ketua Umum Partai Demokrat itu mendanai aksi unjuk rasa besar-besaran itu.

“Sepuluh tahun Pak SBY memimpin negara, tidak ada DNA keluarga kami berbuat yang tidak-tidak. Jadi kalau ada tuduhan kepada Pak SBY yang menggerakkan dan mendanai aksi damai 4 November lalu, itu bukan hanya fitnah yang keji, tetapi juga penghinaan yang luar biasa kepada Pak SBY.” (Akun Instagram Ani Yudhoyono @aniyudhoyono)

Jadi sampai sejauh ini, tidak pernah ada tuduhan resmi, langsung atau tidak langsung, yang menyebut SBY jadi dalang demo goyang Jokowi atau demo 4 November. Apakah semua pernyataan SBY dan keluarganya itu hanya untuk membantah isu di medsos atau sumber yang hanya SBY dan keluarganya sendiri yang tahu, entahlah.

Tetapi sebagai rakyat biasa, saya mendapat kesan SBY telah menuduh dirinya sendiri sebagai dalang aksi demo itu. Tujuannya apa, banyak teori bisa dipakai, termasuk teori menjadikan diri orang teraniaya untuk menarik simpati publik demi kemenangan Agus Harimurti putranya yang kini maju di pilkada DKI Jakarta. Pengamat politik LIPI Syamsuddin Haris termasuk yang mendukung teori ini.

Tetapi, teori lain yang kini ramai di medsos jauh lebih heboh dari itu. SBY dinilai sedang memainkan permainan berbahaya, menggusur Basuki Tjahaja Purnama dengan dugaan penistaan Al Quran, sekaligus menggeser Anies Baswedan juga. Sebabnya, Buni Yani yang memotong pidato Basuki Tjahaja Purnama dan meng-upload di internet sehingga membuat kasus ini meledak, adalah sahabat dekat Anies.

Sasaran utama berikutnya adalah Presiden Jokowi yang dikesankan sebagai pelindung Basuki Tjahaja Purnama. Karena itulah, demo besar itu menyasar Istana, menggoyang pemerintahan. Ketidakstabilan politik yang diharapkan timbul, dinilai bisa menghambat pengungkapan kasus korupsi besar yang diduga terjadi pada 34 proyek PLN bernilai triliunan saat pemerintahan SBY dan kini mangkrak itu. Target berikutnya, tentu Pilpres 2019.

Teori itu secara gamblang diungkap dalam tulisan Kompasianer Agus Martho yang hingga hari ini jadi pencarian utama di google, telah dibaca lebih dari 77 ribu kali. Tulisan berjudul Strategi SBY Menghancurkan Ahok, Mengalahkan Anies & Menjatuhkan Jokowi ini juga muncul di luar blog Kompasiana.

Selain itu, ada teori lain yang mendukung pendapat semacam itu sebagai reaksi berantai atas aksi demo itu. Termasuk di antaranya, yang menyebut adanya dokumen yang dibocorkan dari kubu SBY, yang menyebut rencana detail menggoyang pemerintahan Jokowi melalui kasus Ahok. Apakah ini yang membuat kubu SBY mengeluarkan bantahan itu. Tak tahulah.

Tetapi menarik juga mengkaji orang yang dulunya orang dekat SBY, yang kini justru berperan dalam keluarnya fatwa MUI yang secara formal dijadikan dasar aksi demo itu. Sebabnya sederhana, fatwa itu dinilai gegabah dan sarat kepentingan politik pilkada DKI dan juga upaya mengoyang pemerintahan Jokowi.

foto: tempo.co
foto: tempo.co

ORANG-ORANG DI BALIK FATWA MUI

Kalau menyebut siapa di balik fatwa MUI, tentu harus menyebut KH Ma’ruf Amin ketua umum MUI. Di lembaga itu juga waketum-nya KH Zainut Tauhid, juga ada wasekjen-nya KH Tengku Zulkarnain. Tiga orang ini setidaknya yang dinilai jadi aktor utama fatwa MUI yang secara formal, dijadikan dasar demo 4 November itu. Disebut aktor utama karena merekalah yang paling sering disebut dan berbicara.

Saya tidak punya niat untuk menilai secara pribadi ketiga sosok itu, kecuali keterlibatannya dalam keluarnya fatwa MUI itu. Saya juga tak hendak menilai kapasitas mereka sebagai ulama. Itu di luar paham etika dan kepatutan yang saya anut. Sebagai orang awam, orang kecil yang bodoh, saya hanya ingin Indonesia tercinta ini tetap utuh dan tidak digiring ke situasi seperti di Timur Tengah.

Menurut id.m.wikipedia.org, KH Ma’ruf Amin adalah anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia pada 10 April 2007–20 Oktober 2014 semasa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia juga menjabat Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama ke-10. Lahir1 Agustus 1943 (umur 73 tahun) di Tangerang, Djawa Barat. Pernah aktif di PKB dan PPP.

Sementara KH. Zainut Tauhid Saadi, menurut wikidpr.org, adalah tokoh Nahdlatul Ulama dan petinggi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Tiga kali terpilih sebagai anggota DPR, dia kini menjabat anggota Komisi IV  DPR, mewakili dapil IX Jateng. Dia dulunya aktif di PP IPNU sebagai ketua umum antara tahun 1988-1998.

Yang terakhir, KH Tengku Zulkarnain yang buat heboh di ILC itu,  wikipedia.org. tidak mengulasnya. Yang jelas dia adalah wakil Sekjen MUI Pusat dan wakil ketua Majelis Fatwa Ormas Islam Mathla’ul Anwar. Ormas ini cukup tua, didirikan 10 Juli 1916 oleh KH E Mohammad Yasin, KH Tb Mohammad Sholeh, dan KH Mas Abdurrahman di daerah Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kini ormas ini aktif bergerak di bidang pendidikan. KH Tengku Zulkarnain sering mengeluarkan pernyataan yang keras dan profokatif. Silakan lihat sendiri di mbah google.

Salah satu sisi yang jadi dasar penilaian fatwa MUI itu rentan dimasuki kepentingan politik adalah latar belakang KH Ma’ruf Amin yang sangat dekat dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Ini diperkuat latar belakang keaktifannya di parpol PKB dan PPP yang kini mendukung Agus Harimurti Yudhoyono. Karena itu banyak sorotan yang di antaranya menilai fatwa itu fatwa pesanan.

Selain didukung PAN, PD, Agus Harimurti memang didukung PKB yang diketuai Muhaimin Iskandar menaker di era SBY, juga PPP yang diketuai Romahurmuzy. Baik PKB maupun PPP, merupakan parpol tempat sebagaian besar warga NU berkiprah, selain Golkar dan PDIP.

Saya jadi teringat pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, yang meminta janganlah agama dijual murah untuk tujuan politik. Apakah itu ucapan sindiran atau permintaan agar para politisi, khususnya di lingkungan NU sendiri yaitu PKB dan PPP, agar jangan mengorbankan sikap dasar NU dalam berbangsa dan bernegara, untuk tujuan politik praktis, saya kurang tahu.

Kembali ke fatwa MUI, soal substansi isi fatwa itu memang terbukti tidak ada satu suara di kalangan ulama baik Muhammadyah maupun NU. Ini domain para ahli, para alim, dan para bijak yang harus bicara. Tulisan ini tak hendak mencampuri hal itu.

Namun, adanya ketidaksamaan pandangan atas kasus dugaan penistaan agama ini sudah menunjukkan MUI tidak bisa mengklaim sebagai wakil umat satu-satunya yang memonopoli kebenaran hukum. Terlebih di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasar Pancasila dan UUD ’45 dengan produk hukum turunannya.

Waketum MUI KH Zainud Tauhid Saadi yang kemarin hadir di ILC juga punya latar belakang politik yang kental, sebagai kader PPP yang tiga kali menjabat di DPR. Dan kini, partainya termasuk yang mengusung Agus Harimurti sebagai cagub DKI. Oleh karena itu, wajar juga kalau ada yang menilai dia punya kepentingan politik atas keluarnya fatwa itu.

Latar belakang kedekatan pengurus MUI dengan SBY itu tentu juga wajar menimbulkan syak wasangka terkaitan kepentingan dan deal-deal politik. Terlebih, santer pula beredar informasi tentang peran tokoh pengajian kelompok SBY yang menjalin komunikasi aktif dan pendanaan pada kelompok yang datang ke MUI sehingga muncul fatwa itu. Informasi itu sudah muncul di medsos sebelum konferensi pers SBY di Cikeas 2 November lalu.

Dan hingga kini, informasi semacam itu termasuk dokumen yang katanya bocoran dari kubu SBY itu juga masih terekpos tanpa ada sanggahan. Inilah mungkin penyebab munculnya dugaan SBY mendalangi aksi demo menggoyang Jokwi itu tetap beredar dengan kencang.

Tuduhan yang awalnya diungkap SBY meski secara tidak langsung, dan dilanjutkan dengan keluarga dekatnya, kini menggelinding kencang dengan format yang lebih canggih: teori konspirasi menjatuhkan Jokowi melalui kasus Basuki Tjahaja Purnama. Tentang kebenarannya, siapa yang tahu. Saya bukan intelijen.

foto:beritasatu.com
foto:beritasatu.com

Salam. Semoga NKRI tetap damai berdasarkan Pancasila, UUD ’45, dan Bhineka Tunggal Ika.

Bacaan pendukung:

http://nasional.kompas.com/read/2016/11/03/20455661/.gara-gara.reaksi.sby.soal.4.november.semua.jadi.tahu.

http://nasional.kompas.com/read/2016/11/03/15422011/.politisasi.sara.sby.merendahkan.dirinya.

http://m.detik.com/news/berita/d-3335516/ini-pidato-lengkap-sby-tentang-demo-4-november-dan-kondisi-terkini

http://news.liputan6.com/read/2645525/ani-yudhoyono-tuduh-sby-biayai-demo-4-november-adalah-penghinaan

Sumber: https://www.kompasiana.com/dalbokondo/582436506323bd58186ea210/siapa-tuduh-sby-dalangi-demo-goyang-jokowi?page=all

Membongkar Strategi SBY Menghancurkan Ahok, Mengalahkan Anies & Menjatuhkan Jokowi

Oleh: Agus Martho

Isu tentang penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Ahok mulai memasuki babak baru. Rakyat harap-harap cemas, bagaimana status Ahok dalam pusaran kasus yang menghebohkan bangsa ini. Selain itu, pasca demo besar-besaran, 4 November kemarin, isu yang berkembang menjadi semakin liar.

Hal yang awalnya hanya remang dan dugaan, kini muncul ke permukaan menjadi terang, terutama isu tentang tunggang-menunggangi dan adanya upaya berbau makar. Nuansa politisnya semakin kentara. Pernyataan Jokowi seakan menjadi legitimasi kebenaran isu tersebut, terutama ketika secara tegas Jokowi mengindikasikan adanya aktor-aktor politik yang mencoba memancing di air keruh. Ada nama-nama yang dikantongi intelijen sebagai pengalir dan penerima aliran dana mobilisasi di lapangan. Untuk meredam gejolak di tingkat bawah yang seakan memaksanya untuk mengetuk palu hukum, Jokowi “turun gunung”, menemui tokoh bangsa dan para ulama’.

Sebelumnya, pasca memberikan keterangan terbukanya, SBY menjadi “titik perhatian” publik. Hampir semua analisa politik mendudukannya sebagai pusat episentrum. SBY menjawab secara terbuka isu liar yang berkembang. Dengan gaya bicara khasnya yang selalu memosisikan diri sebagai korban, SBY merasa sedih dan terganggu dengan banyaknya asumsi dan fitnahan yang menuduhnya “mendalangi” aksi demo bela agama. Tegas ia katakan, Ahok harus segera diproses. Jika tidak, sampai lebaran kuda pun tidak akan selesai. SBY panas membara. Ungkapan “Sampai Lebaran kuda” pun menjadi viral. Pernyataan ini, terasa agak aneh. Pertama, SBY terlalu over dan lebay. Sama sekali tak menampakkan ketenangan seorang yang kenyang pengalaman. Kedua, pernyataannya cenderung provokatif, tidak mendinginkan suasana sebagaimana diharapkan banyak kalangan. Ketiga, kalimatnya tidak tampak sebagai klarifikasi, tapi mengesankan ada tendensi tertentu, terutama menyangkut Pilkada DKI. Sehingga wajar, ketika sebagian orang sama sekali tak bergeming dengan klarifikasinya; SBY tetap menjadi trend-setter sebagai salah satu dari aktor-aktor politik yang disinggung oleh Jokowi kemudian.

Kalau dugaan tersebut ternyata benar, tentu ini erat kaitannya dengan Pilkada DKI Jakarta. Ini adalah bagian dari taktik SBY untuk memenangkan calon yang diusungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ini bukan hanya soal hubungan ayah-anak, tapi soal memberikan keyakinan kepada AHY bahwa ia masih berada di jalur kemanangan. Pengorbanannya berhenti dari TNI, harus dibayar mahal: kemenangan. Namun pada sisi lain, SBY sadar dengan “Kuda”nya. “Kuda” yang sangat disayangi, sebagai penerus garis politiknya. Ia tahu betul “kuda” taruhannya bukanlah “kuda perkasa”, tak terlalu kenal medan. Tentu tidak sebanding jika disejajarkan dengan dua “kuda” lainnya yang lebih garang dan menantang. Maka, untuk membuat “kuda”nya menjadi pemenang, ia tidak bisa head to head secara langsung. Ia harus membuat dua “kuda” lainnya melemah dan bermasalah.

Gayung bersambut. Momentumnya ia dapatkan ketika Ahok, “kuda” yang paling ditakuti, tergelincir dengan kalimat yang sensitif, yang kemudian diolah sedemikian rupa menjadi isu penistaan agama. Sebagai mantan presiden, yang lekat dengan beberapa tokoh agama, mudah bagi SBY menggerakkannya. Ingat, SBY pernah merasakan manisnya memainkan isu keyakinan agama ketika memenangkan pemilihan Presiden melawan Megawati (yang perempuan, tidak pakai kerudung, tidak bisa menjadi pemimpin secara agama, dll) dua kali berturut-turut. SBY sangat berpengalaman memainkan isu-isu sensitif seperti itu.

Isu pun bergulir, sukses luar biasa. Melahirkan demo terbesar sepanjang sejarah bangsa ini, hanya untuk menghancurkan seorang Ahok. Demo yang awalnya menuntut proses hukum, berubah menjadi tuntutan agar Ahok ditangkap dan ditersangkakan. Seakan memaksa Jokowi untuk turun gunung menjadi hakim. Meskipun secara hukum status tersangka tidak secara otomatis menggugurkan Ahok dalam kontestasi Pilkada, tapi dengan sekali mengatakan ”untuk apa pilih Ahok yang tersangka?” Urusan selesai. Lebih mudah menjatuhnya.

Kalau Ahok sudah dihancurkan, berarti tinggal “kuda tangguh” lainnya yang harus ditiarapkan. Anies, yang modal sosial dan politiknya jauh di atas AHY menjadi ancaman selanjutnya. Beredar dugaan, Anies akan dibuat senasib dengan Ahok. Buni Yani, pengunggah video yang dipersepsikan dekat dengan Anies (dikatakan sebagai pendukung fanatiknya), menjadi giliran bola selanjutnya untuk dimainkan. Nanti isunya pun kembali dibikin liar, yang seolah-olah publik membaca, ada peran pihak Anies cs. dalam upaya penyebaran video tersebut, atau menegasikan Anies sebagai sosok pengadu domba, dan mempersonifikasikan Anies dalam sosok Buni Yani yang suka memfitnah. Jelas ini merupakan keuntungan karena AHY akan semakin leading. Dengan taktiknya, SBY meniscayakan tumbangnya yang lain, sehingga “kuda” yang diusungnya menjadi satu-satunya finalis yang akan menang.

Posisi Presiden Jokowi yang Dilematis

Demo ini membuat posisi Jokowi delematis. Kalau Ahok dibebaskan, rakyat akan bergerak dalam skala yang jauh lebih besar. Jumlah kuantitas yang menakutkan diharapkan mengerdilkan mental Jokowi sebagai pimpinan. Namun, ketika Ahok kemudian menjadi tersangka, itu artinya Jokowi telah ikut gendang permainan SBY. Ingat, persepsi publik tentang demo rusuh, tanggal 4 November kemarin, lekat hubungannya dengan ultimatum yang disampaikan SBY. Kasus yang menimpa Ahok sebagai batu loncatan untuk mendapatkan target selanjutnya, Jokowi. Taktik busuk dan politik adu domba ala SBY menemukan tempatnya ketika ada selentingan yang menyebutkan, bahwa AHY akan dipersiapkan untuk bertarung melawan Jokowi pada Pilpres 2019 nanti. Melihat realitasnya, ini sepertinya bukan isapan jempol. AHY adalah representasi SBY, terutama ketika jargon “I want SBY back!” mulai mencuat ke permukaan.
Jokowi sepertinya mulai “agak risih” dengan pat-gulipat yang dimainkan oleh pendahulunya itu. Sebagai Presiden, tentu ia banyak mendapatkan informasi “kelas satu” yang membahayakan bagi pihak-pihak tertentu. Pernyataannya yang datar, tapi mengesankan kemarahan yang dalam. Ia menginstruksikan agar proses terhadap kasus Ahok dibuka transparan. Sehingga dengan itu, rakyat bisa menilai dan memutuskan. Pada saat yang bersamaan, Jokowi akan memutus dana yang akan mendalangi aksi lanjutan jika benar terjadi. Ia mulai menyentil pembangunan proyek-proyek yang mangkrak pada masa SBY masih menjadi Presiden. Suatu kali, Jokowi mengunjungi Hambalang, dan hanya dengan geleng-geleng kepala, banyak orang paham apa yang Presiden itu maksudkan.

Presiden Jokowi tidak mau pakai cara-cara murahan, ia lebih senang menggunakan BIN, KPK, PPATK, BPK, dan jalur-jalur konstitusional lainnya. Artinya, politik “prihatin” dan taktik adu domba yang busuk ala SBY akan menemukan lawan yang setimpal ketika bertemu dengan Jokowi, yang lebih suka menghukum lawan-lawannya perlahan-lahan.

Pada akhirnya strategi SBY terbongkar, publik akhirnya membaca bagaimana politik adu domba yang dimainkannya begitu hebat; bahwa ternyata tidak hanya untuk menghancurkan Ahok sebagai calon Gubernur DKI Jakarta terkuat, tapi juga untuk mengalahkan Anies, dan rupanya berbau hasrat untuk menjatuhkan Jokowi. Sekali mendayung, dua-tiga kepentingan terlampaui. Dua periode menjadi Presiden, ternyata membuat SBY jauh melebihi kemampuan Megawati (yang tak pernah menang head to head melawannya). Ini tidak bisa hanya dipandang sebagai taktik untuk Pilkada DKI Jakarta semata, tapi jauh lebih dari itu, ada kepentingan untuk kembali menguasai negeri ini.

Sumber: http://m.kompasiana.com/agusanakmas/membongkar-strategi-sby_5821ca9a147b617c06188767

Mengapa Aksi Bela Islam Berujung pada 2 Cara Penggulingan Jokowi?

Minggu, 6 November 2016 | 07:58 WIB
Mengapa Aksi Bela Islam Berujung pada 2 Cara Penggulingan Jokowi?

Tidak ada demonstrasi besar umat Islam di era politik Indonesia modern sebagaimana yang ditunjukkan Aksi Bela Islam sekaligus aksi “Anti Ahok” pada 4 November 2016 lalu. Namun aksi mulia yang diakui berbagai pihak berjalan damai itu diwarnai oleh orasi provokatif di depan Istana Negara mengenai dua cara penggulingan pemerintahanan yang sah.

Adalah Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang berorasi di depan massa pendemo soal dua cara penggulingan pemerintahan atau menjatuhkan Presiden RI itu, yakni lewat Parlemen Ruangan dan Parlemen Jalanan. “Duo F” Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Fadli Zon berada di tengah aksi unjuk rasa.

“Jatuhkan Presiden itu ada dua cara, pertama lewat Parlemen Ruangan dan kedua lewat Parlemen Jalanan,” kata Fahri saat menyampaikan orasi dalam “Aksi Bela Islam” di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat 4 November 2016, menuntut proses hukum terhadap calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait dugaan penistaan agama.

Tidak lupa Fahri mengingatkan Presiden Joko Widodo berhati-hati dalam menyikapi proses hukum terhadap Ahok yang sesungguhnya masih berlangsung. Dalam orasi itu terungkap,  Presiden mengintervensi proses hukum terhadap Ahok.

“Jadi hukum harus ditegakkan seadilnya tanpa intervensi. Kalau tidak, Parlemen Ruangan bisa bertindak untuk menggalang mosi tidak percaya atau Parlemen Jalanan yang bertindak menuntut Presiden mundur,” kata Fahri.

[irp]

Parlemen Ruangan dimaksudkan upaya penggulingan Presiden di Mahkamah Konsitusi sampai Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat jika terbukti Presiden melakukan tindak kriminal. Sedangkan Parlemen Jalanan bisa dilakukan dengan pengerahan massa besar-besaran sebagaimana ditunjukkan aksi massa damai 4 November itu.

Apa yang digelorakan Fahri di depan Istana Negara itu bisa disebut “melenceng” jauh dari niat mulia jutaan massa yang ingin menunjukkan pembelaannya terhadap Islam yang dianggap dilecehkan oleh Ahok terkait pernyataannya mengenai Surat Al Maidah 51.

Soeharto dan Gus Dur (Foto: Pepih Nugraha/Kompas)

Namun demikian, apa yang disebut Fahri dengan dua cara penggulingan pemerintah yang sah -melalui Parlemen Ruangan dan Parlemen Jalanan- itu bukan omong kosong karena pernah terjadi di Indonesia.

Pertama, penggulingan pemerintah melalui Parlemen Ruangan terjadi pada Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tahun 2002. Meski secara konstitusi Presiden RI tidak bisa dijatuhkan oleh Parlemen, namun para politik Senayan yang tokoh utamanya masih hidup dan bahkan sempat “bernostalgia” pada Aksi 4 November lalu, toh para politisi menggalang kekuatan penggulingan Presiden RI dengan alasan tersangkut kasus “Bulog Gate”.

Alhasil, Gus Dur jatuh dan terusir dari Istana digantikan wakilnya, Megawati Soekarnoputri. Pada titik ini, Megawati harus berterima kasih pada si tokoh utama penggulingan Gus Dur yang ironisnya dua setengah tahun sebelumnya justru menaikkan Gus Dur dengan cara merampas kesempatannya menjadi Presiden RI selaku pemimpin partai (PDIP) pemenang Pemilu 1999.

Orang kemudian mengenang sekaligus mengenal si tokoh itu sebagai salah satu “Brutus” yang pandai bernyanyi dangdut di Senayan, “Kau yang mulai, kau yang mengakhiri…. Kau yang berjanji, kau yang mengingkari”.

[irp]

Kedua, penggulingan pemerintah melalui Parlemen Jalanan pernah terjadi pada diri Presiden Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun. Pada tahun 1998, ribuah mahasiswa dan aktivis mengepung dan berkumpul di Gedung MPR/DPR Senayan Jakarta. Mereka menuntut Presiden Soeharto mundur akibat akumulasi aparat keamanan yang bertindak brutal menembaki mahasiswa Trisakti.

Di samping itu, kekuatan Soeharto selaku Presiden sudah berada di titik nadir meski ia bisa saja memerintahkan militer untuk menghabisi rakyatnya sendiri yang sedang mengepung Senayan dan siap-siap bergerak menuju Istana. Alhasil lewat pidato yang naskahnya disusun Yusril Ihza Mahendra, Soeharto menyatakan BERHENTI, bukan mundur selaku Presiden RI. Wakilnya, BJ Habibie, kemudian menggantikannya selama 2,5 tahun berikutnya.

Meski bernada provokatif dan tergolong “hate speech” terhadap pribadi Presiden Jokowi, tetapi apa yang diungkapkan Fahri itu ada benarnya. Setidak-tidaknya Jokowi harus menyadari bahwa dua cara itu bisa menimpa dirinya juga.

Namun karena niat mulia jutaan pendemo yang bermaksud menyatakan Bela Islam yang diduga telah dilecehkan Ahok telah diwarnai orasi politik Fahri mengenai dua cara lenggulingan pemerintah, maka Presiden Jokowi langsung menyatakan bahwa ada “aktor-aktor politik” menunggangi aksi damai tersebut.

Atas sinyalemen Jokowi yang disampaikan pada pergantian hari 5 November tengah malam itu Kepolisian RI sebagaimana disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar akan menyelidiki “informasi intelejen” yang menyebut aktor-aktor politik berada di belakang aksi damai yang berujung pada kerusuhan itu.

Menurut Jokowi pula, kerusuhan setelah unjuk rasa damai itu telah dimanfaatkan oleh apa yang ia sebut aktor-aktor politik. Namun Jokowi yang tampil dengan jaket cokelat dan menjadi viral di medsos itu tidak menyebut secara eksplisit apakah yang dimaksud “aktot-aktor politik” yang menunggangi itu adalah sejumlah politikus yang hadir pada aksi unjuk rasa seperti Fahri Hamzah, Fadli Zon, dan Amien Rais.

Adapun terhadap dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok sendiri, Kapolri Jenderal Tito Karnavian berjanji akan menuntaskannya selama dua minggu, sebagaimana yang disampaikan Wapres Jusuf Kalla saat menerima perwakilan pengunjuk rasa.

Dengan orasi Fahri Hamzah yang tanpa tedeng aling-aling itu jelaslah, bukan sekadar isapan jempol belaka mengenai adanya sekelompok orang atau segelintir pentolan politikus tertentu yang memiliki agenda menjatuhkan Presiden RI dengan cara apapun, bahkan dengan mendompleng aksi mulia membela Islam oleh jutaan pengunjuk rasa yang menggetarkan itu.

Pertanyaannya sekarang adalah kenapa Jokowi tidak bisa dikudeta?
1. Saat Soeharto berkuasa, puluhan juta rakyat Indonesia setiap hari berdoa minta diberikan seorang pemimpin yang baik, jujur, tidak KKN dan merakyat. Jawaban Tuhan adalah Jokowi.
2. Saat ini ada juta rakyat Indonesia setiap hari berdoa minta agar Jokowi sebagai seorang pemimpin yang baik, jujur, tidak KKN dan merakyat, dilindungi selalu. Jawaban Tuhan adalah semua rencana kudeta terhadap Jokowi selalu gagal. Ha…7x
3. Rakyat Indonesia, ulama, umat Islam dan umat agama lainnya mendukung Jokowi memimpin sekali lagi sebagai Presiden.
4. TNI dan polri kompak menjaga Presiden dan NKRI dari setiap gangguan yang timbul dari kelompok manapun, termasuk dari gerombolan si berat yang ideot. Ha…7x

Kesimpulan

Kasus Ahok sebenarnya hanya rekayasa politik dari para bajingan dan bangsat yang menghalalkan segala cara untuk mengalahkan Ahok dalam Pilgub 2017.

Dimotori oleh Brisik dan FPI, demo 14 Oktober 2016 hanya diikuti oleh ribuan orang saja.

Demo kedua, SBY berpartisipasi, lewat fatwa MUI yang dikeluarkan oleh Ma’ruf Amin, lewat dana dan lewat penghasutan massa. SBY ingin anaknya, Agus menang Pilgub 2017.

Prabowo dan Jusuf Kalla juga berpartisipasi lewat dana. Prabowo dan Jusuf Kalla ingin Anies menang pilkada. Setelah Anies menang, baru Zulkifli Hasan, ketua umum PAN menceritakan kalau Jusuf Kalla yang merekomendasikan Anies menjadi cagub kepada Prabowo. Sebelumnya keterlibatan Jusuf Kalla mendukung Anies sudah terlihat dari dukungan isterinya dan Erwin Aksa, keponakannya kepada Anies.

Provokator lapangan adalah Brisik, Novel Bamukmin, Fahri Hamzah, Fadli Zon, Ahmad Dhani, Eggi Sudjana, Tengku Zulkarnain, Kivlan Zen, Rhoma Irama, Ratna Sarumpaet, Rizal Ramli, Lieus Sungkharisma, dll.

Sayangnya kudeta lewat kerusuhan 411 terhadap Jokowi gagal total. Ha…7x

Terima kasih karena sudah mengunjungi, membaca artikel, atau menonton video di sangat aneh.

Jika anda menganggap blog ini bagus maka mohon bantuannya untuk menyebarkan informasi dan hiburan dari blog ini kepada keluarga dan teman-teman anda.

Kami juga mengharapkan ide, saran, dan kritik anda terhadap sangat aneh, jangan ragu-ragu untuk menuliskannya di kolom komentar. He…7x

Sekali lagi, terima kasih.

Admin sangat aneh.

Artikel penulis lainnya:

Hello World! Blog Sangat Aneh Sudah Beraksi

Aneh Tapi Nyata: Puluhan Kucing Lucu Ini Akan Membuat Anda Tersenyum, Tertawa, Atau Marah!!

Aneh Tapi Nyata: Puluhan Kucing Lucu Ini Akan Membuat Anda Tersenyum, Tertawa, Atau Marah!! Bagian kedua.

Aneh Tapi Nyata: Puluhan Kucing Lucu Ini Akan Membuat Anda Tersenyum, Tertawa, Atau Marah!! Bagian ketiga.

Sangat Aneh Tapi Nyata Dan Lucu: Isi Dari Artikel Ini Dijamin Bisa Bikin Kamu Ketawa Ngakak. Ha…7x

Sangat Aneh: Mengenal Indigo Child

Sangat Aneh Tapi Nyata: 37 Tanda Hari Kiamat Yang Harus Anda Tahu

Berita Aneh Hari Ini: Aneh Tapi Nyata Terdamparnya Ikan-Ikan Ini Sangat Aneh Dan Penuh Dengan Misteri

18 Kejadian Aneh Yang Ga Masuk Akal Karena Sangat Aneh Tapi Nyata

Berita Aneh Hari Ini: Puluhan Makanan Aneh Ini Bikin Nafsu Makan Lu Hilang

20 Alasan Orang Membuat Berita Hoax

Prabowo Kalah Benarkah Indonesia Akan Punah?

Kisah Hidup Jet Li

Sangat Aneh: Pilpres 2014 Dan 2019 Serupa Tapi Tak Sama

Sangat Aneh: Kenapa Mereka Ingin Mengkudeta Jokowi?

Panduan Lengkap Dari Kost Jakarta Buat Para Pencari Kost di Jakarta.

Sewa Rumah: Tip Dan Trik Terlengkap Dalam Mencari Kontrakan Rumah

Cara Daftar Member NASA

Alasan Milenial Memilih Speaker Aktif Dat

Penulis:

Richard Nata adalah seorang spesialis halaman pertama Google dan/atau Yahoo. Beberapa artikelnya juga menjadi nomor 1 di Google, Yahoo, dan Bing.

Hubungi Richard di Life on earth as in heaven.

Buku-buku dari Richard Nata yang terbit di Amazon:

1. Want More Traffic? 514 Tips to Skyrocket Your Website Traffic and Income Faster.
2. How to Create A Great Article for SEO in Three Hours.
3. The Best Way To Stop Watching Porn Today.
4. How to Skyrocket 7-8 Figure Income Annually from Blogging.
5. How to Start a Business With China.
6. Why Do Trump and Some Other US Presidents Endorse a New World Order?
7. Knowing Jesus Better – the Real Jesus According to Thousands of Verses and Who is Jesus to you?
8. How to Win a Soul to Jesus Christ.
9. Top Secret of Healthy Life Revealed.
10. Top Secret of Longevity Revealed.
11. Top Secret of Healthy Life and Longevity Revealed.
12. Make Your First $5,000 Faster: How to Find and Get Your Perfect Job.
13. How to Make Your First $5,000 Faster Even If English Is Your Second Language (ESL).
14.  From Love to Horror.
15. 50 Amazing Ways to Make Your First $5,000 Faster.
16. Power and Business Trillions of Dollars Make JFK Must Be Killed – 669 Data and Timeline Proving It.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *